Lenovo Legion Go 2.
Lenovo Legion Go 2.

Review Handheld Gaming

Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster

Mohamad Mamduh • 23 Januari 2026 13:43
Jakarta: Setelah sukses dengan generasi pertamanya, Lenovo kembali meramaikan pasar handheld gaming dengan Legion Go 2. Resmi mendarat di tanah air pada Oktober 2025 dengan banderol harga Rp17.999.000, handheld ini ingin menjadi raja di kelasnya lewat banyak aspek.
 
Kata pertama yang terbenak saat memegang Legion Go 2 adalah “masif”. Dengan bobot 920 gram, ia bisa dibilang lebih berat dibandingkan kompetitor utamanya. Ini bukanlah handheld gaming perangkat yang bisa dimainkan sambil rebahan telentang tanpa risiko menjatuhi wajah.
 
Meski demikian, Lenovo telah memperbaiki aspek ergonomi. Kontroler TrueStrike Generasi 2 mengalami perombakan desain. Grip-nya kini lebih membulat dan berkontur, meninggalkan desain menyudut yang tajam pada generasi pertama yang sering membuat tangan pegal.

Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Bentuk baru ini terasa lebih alami di genggaman, mengikuti lekuk jari telunjuk dan telapak tangan, sehingga distribusi beban terasa lebih seimbang meskipun perangkatnya berat.
 
Mekanisme detachable (lepas-pasang) ala Nintendo Switch tetap dipertahankan. Saat tangan mulai lelah menahan bobotnya, kita bisa melepas kontroler, menegakkan layar di meja menggunakan kickstand yang kokoh, dan bermain dengan tangan yang bebas beban. Kualitas sambungan rel kontroler juga terasa lebih solid.
 
Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Fitur khas FPS Mode kembali hadir. Kita bisa mengubah kontroler kanan menjadi mouse vertikal untuk membidik dengan presisi tinggi dalam game tembak-menembak. Meskipun membutuhkan adaptasi, ini membuat game RTS atau FPS kompetitif menjadi playable di perangkat genggam tanpa perlu membawa mouse tambahan.
 
Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Satu keunggulan Legion Go 2 adalah layarnya. Lenovo menyematkan panel 8.8 inci OLED dengan resolusi WUXGA (1920 x 1200). Perubahan dari panel IPS ke OLED memberikan dampak visual yang dramatis. Warna hitam tampil pekat sempurna, dan warna-warna lain meletup dengan vibransi yang memanjakan mata, terutama berkat cakupan warna DCI-P3 yang luas.
 
Dalam game bernuansa gelap seperti Cyberpunk 2077, kedalaman gambar yang dihasilkan sudah pasti mantap.
 
Fitur yang paling krusial bagi gamer adalah dukungan Variable Refresh Rate (VRR) dengan rentang hingga 144Hz. VRR adalah fitur "wajib" untuk handheld masa kini.
 
Karena fluktuasi frame rate sangat umum terjadi pada perangkat portable, VRR memastikan tampilan tetap mulus tanpa tearing (gambar patah) meskipun game berjalan di 45-50 FPS. Ini adalah keunggulan telak dibandingkan Steam Deck OLED yang belum mendukung VRR.
 
Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Di balik layar, Legion Go 2 ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme. Ia menggunakan konfigurasi hibrida 8-core/16-thread yang terdiri dari 3 inti Zen 5 P-Core dan 5 inti Zen 5c E-Core, dipadukan dengan grafis RDNA 3.5.
 
Jika dibandingkan generasi sebelumnya, performa grafis pastinya meningkat. Game AAA modern bisa dijalankan dengan resolusi 800p atau 1200p (dengan FSR) pada frame rate yang jauh lebih stabil.
 
Kehadiran inti Zen 5c membuat handheld gaming ini lebih efisien. Pada TDP 15W, Z2 Extreme mampu memberikan performa yang sebelumnya membutuhkan daya 20-25W pada generasi lama. 
 
Lenovo tidak pelit spesifikasi. Perangkat ini dibekali 32GB LPDDR5X-8000 RAM sebagai standar. Kapasitas 32GB ini sangat krusial karena memori sistem dibagi dengan VRAM.
 
Kita bisa mengalokasikan 8GB atau 12GB untuk VRAM tanpa membuat Windows 11 sesak napas, menghilangkan masalah stuttering dan crash pada game berat yang sering terjadi di perangkat 16GB.
 
Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Dari sisi konektivitas, Lenovo memberikan dua port USB4 (satu di atas, satu di bawah). Ini memungkinkan pengisian daya sambil menghubungkan aksesoris, atau bahkan menyambungkan eGPU (kartu grafis eksternal) untuk mengubah Legion Go 2 menjadi PC desktop yang sangat kuat.
 
Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Saat ini, unit yang dijual resmi di Indonesia menggunakan Windows 11. Kita bisa menginstal Game Pass, Epic Games, Steam, dan software kerja sekalipun. Lenovo menyertakan aplikasi Legion Space untuk mengatur TDP dan performa, yang kini sudah jauh lebih stabil dan responsif dibanding versi awal.
 
Kekurangan minor ada pada antarmuka Windows di layar sentuh tetap terasa kurang intuitif dibanding pengalaman konsol.
 
Kabar baiknya, Lenovo telah mengonfirmasi varian dengan SteamOS native yang akan dirilis global sekitar Juni 2026. Bagi pengguna varian Windows saat ini, ini membuka harapan akan dukungan driver Linux yang lebih baik di masa depan jika ingin beralih sistem operasi secara mandiri.
 
Lenovo Legion Go 2, Memang Handheld Monster
 
Baterai berkapasitas 74Whr yang ditanamkan adalah salah satu yang terbesar di kelasnya. Tujuan utamanya menopang layar OLED 144Hz dan prosesor yang bisa dibilang haus daya. Untuk game AAA pada kecerahan tinggi, kita bisa mengharapkan waktu bermain sekitar 1.5 hingga 2 jam lebih sedikit.
 
Sedangkan untuk skenario ringan, seperti memutar video atau bermain game indie 2D, perangkat ini bisa bertahan di atas 5-8 jam, bahkan tercatat hingga 13 jam dalam pengujian pemutaran video lokal.
 
Namun, perlu dicatat bahwa kipas pendingin tunggalnya bisa terdengar cukup nyaring (audible) pada beban tinggi. Memang, performa pendinginannya sendiri sangat efektif menjaga suhu tetap aman.
 

Kesimpulan

Lenovo Legion Go 2 adalah monster dalam arti sebenarnya, besar, bertenaga, dan sedikit mengintimidasi. Jika kamu mencari pengalaman visual terbaik dalam format handheld dan tidak keberatan dengan bobot serta harganya, ini adalah perangkat ultimate yang sulit dikalahkan.
 
Namun, bagi kaum komuter yang mengutamakan portabilitas ringkas, bobotnya mungkin akan menjadi kendala utama.
 
 
9
Lenovo Legion Go 2
Plus
  • Layar besar sudah panel OLED
  • Performa memuaskan
  • Controller detachable dan FPS Mode
  • Baterai besar
Minus
  • Bobot cukup berat
  • Dimensi tergolong besar
  • Harga di pasar online 'digoreng' hingga Rp20 juta

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA