Berbeda dengan seri lain yang sering menonjolkan desain agresif dan lampu warna-warni, ROG Kithara tampil lebih dewasa dan fungsional. Desain earcup berbentuk oval (egg-shaped) dengan gril bergaris menunjukkan pengaruh kuat dari desain HiFiMAN seri Ananda atau Arya.

Meskipun ukurannya tergolong besar dengan berat sekitar 420 gram, Kithara sangat nyaman digunakan berkat distribusi beban yang merata pada headband tiga lapisnya (kombinasi kulit sintetis, jaring udara, dan busa memori). Rangkanya menggunakan material logam premium dan engsel aluminium yang kokoh, memberikan kesan bahwa perangkat ini dibangun seperti tank yang siap bertahan untuk pemakaian jangka panjang.
Satu hal yang perlu dicatat adalah desainnya yang open-back (bagian belakang terbuka), yang berarti tidak ada isolasi suara. Kita akan mendengar suara sekitar, dan orang di sekitar bisa mendengar apa yang kita dengarkan.
Paket penjualan sangat lengkap. Di dalam kotak, ada dua set earpad bermaterial hybrid (leatherette-fabric) untuk bass yang lebih fokus, dan material velour yang lebih lembut dan adem untuk penggunaan di cuaca panas. Sistem kabel juga dirancang modular, Kabel audio jalinan (braided) berkualitas tinggi dengan konektor yang bisa diganti-ganti (swappable plugs) antara 3.5mm, 6.3mm, dan 4.4mm balanced.

Tak lupa ada adapter USB-C ke Dual 3.5mm sebagai DAC portabel untuk perangkat yang tidak memiliki jack audio. Terakhir ada sertifikat Sound Signature, kartu hasil pengukuran respons frekuensi individual yang menunjukkan performa spesifik unit. Ini sebuah sentuhan yang sangat umum di dunia audio hi-fi.
ROG Kithara adalah headset kabel murni. Asus secara sengaja menghindari teknologi nirkabel untuk mempertahankan kemurnian sinyal dan menghilangkan latensi. Salah satu fitur unggulannya adalah mikrofon boom MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems) yang dapat dilepas.

Berbeda dengan mikrofon headset gaming standar yang biasanya memiliki rentang frekuensi sempit, mikrofon Kithara mencakup spektrum 20Hz hingga 20kHz. Hasilnya adalah suara vokal yang sangat natural dan jernih, cukup mumpuni untuk kebutuhan streaming atau pembuatan konten tanpa perlu mikrofon desktop tambahan. Asus juga memisahkan jalur kabel audio dan mikrofon untuk mencegah crosstalk, sehingga rekan satu tim tidak akan mendengar suara game yang dimainkan.
Inti dari performa Kithara adalah driver planar magnetic 100mm yang disetel khusus oleh tim ROG dan HiFiMAN. Teknologi ini menggunakan diafragma super tipis (Neo Supernano) dan Stealth Magnets untuk meminimalkan distorsi.
Dengan rentang frekuensi ultra-luas 8Hz hingga 55kHz, headset ini mampu menghasilkan detail mikro yang luar biasa. Dalam pengujian game kompetitif seperti Counter-Strike 2 atau Valorant, akurasi imaging (penentuan posisi suara) Kithara terasa sangat tajam. Pengguna dapat menentukan posisi musuh dengan presisi tiga dimensi.

ROG Kithara menghadirkan karakter suara yang terasa bersih dan terkontrol sejak pertama kali didengarkan. Presentasi audionya menonjol pada kejernihan, dengan detail yang muncul tanpa terasa agresif. Vokal dan instrumen terdengar terdefinisi dengan baik, memberi kesan bahwa headset ini tidak berusaha melebih-lebihkan warna suara tertentu. Secara keseluruhan tonalitasnya terasa cukup flat dan netral, bukan tipe headset yang langsung memukau dengan efek dramatis, tetapi justru menawarkan reproduksi yang rapi dan jujur.
Pendekatan tersebut sejalan dengan desainnya yang mengadopsi driver planar magnetic dan konstruksi open-back, yang dalam banyak kasus memang lebih menekankan akurasi dan separasi dibanding dorongan frekuensi tertentu. Hal ini membuat ruang suara terasa lebih terbuka, di saat yang sama tiap elemen dalam musik dapat diposisikan dengan cukup jelas. Jika memang headset ini dimaksudkan untuk pendekatan Hi-Fi cukup berhasil. Bahkan bisa disandingkan dengan merek di industrinya yang sudah punya reputasi.

Di area frekuensi rendah, bass Kithara terasa cukup presisi dan tight. Ia hadir dengan kontrol yang baik, tetapi tidak dominan. Berbeda dari tipe headset umum atau gaming yang kental dengan dorongan low-end berlebihan atau karakter boomy yang biasanya dipakai untuk memberi sensasi dramatis.
Sebaliknya, bass bekerja sebagai fondasi yang stabil bagi keseluruhan spektrum suara. Hasilnya adalah pengalaman mendengarkan yang seimbang dan cukup nyaman untuk durasi panjang, terutama bagi pengguna yang lebih menghargai kejelasan dan kontrol dibanding efek bass yang bombastis.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core Ultra 9 285K AMD Ryzen 5 8600G |
| Motherboard | Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi Gigabyte B650E Aorus Master |
| Cooler | Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE |
| VGA | Colorful GeForce RTX 5070 Ti Battle NX 16GB AMD Radeon 6800 Reference |
| Monitor | Asus ROG Swift OLED PG27AQDM |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Mouse | Logitech MX Master 4 |
| Keyboard | Signature Slim Solar+ K980 |
Kesimpulan
Asus ROG Kithara adalah perangkat niche yang sangat sukses. Jika kita memiliki ruang bermain yang tenang dan mengutamakan kualitas suara di atas segalanya, ini adalah salah satu headset gaming dengan performa akustik terbaik yang bisa dibeli saat ini.
Headset ini adalah jembatan sempurna bagi gamer yang ingin mencicipi dunia audio hi-fi tanpa kehilangan fitur komunikasi yang krusial.
9.8
Asus ROG Kithara
Plus
- Detail dan kejernihan luar biasa berkat driver planar 100mm
- Desain open-back memberikan kesan ruang yang natural
- Suara vokal sangat jernih untuk komunikasi dan streaming
- Dukungan koneksi balanced 4.4mm dan berbagai adapter
- Ergonomis untuk sesi lama
Minus
- Tidak cocok digunakan di lingkungan bising atau ruang publik
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News