Lini produk ini hadir dalam dua varian utama: TeamConnect Bar S untuk ruang kolaborasi kecil dan TeamConnect Bar M yang dirancang untuk ruang rapat berukuran sedang. Soundbar ini menggabungkan susunan mikrofon beamforming, pengeras suara stereo berdaya tinggi, kamera 4K Ultra HD berbasis AI, serta pemrosesan sinyal digital. Berikut pengalaman penggunaannya.
Desain
Sennheiser TeamConnect Bar menampilkan desain yang fungsional dan minimalis. Balutan warna hitam matte membuat perangkat ini menyatu dengan baik dalam lingkungan korporasi modern. Tata letak komponen depan dirancang secara simetris: modul kamera 4K AI berada di bagian tengah, diapit oleh jajaran mikrofon, pengeras suara stereo, serta indikator LED status jaringan.Melihat dimensi fisik, TeamConnect Bar S memiliki ukuran yang ringkas (450 × 71 × 76 mm) dengan bobot 1,5 kg. Ukuran ini memungkinkannya ditempatkan secara harmonis di bawah layar monitor berukuran kecil hingga sedang. Sementara itu, TeamConnect Bar M mengusung dimensi lebih besar (750 × 71 × 95 mm) dengan bobot 2,5 kg untuk mengakomodasi audio yang lebih kuat.
Salah satu aspek keunggulan perangkat ini terletak pada fleksibilitas instalasinya. Sennheiser menyediakan empat metode pemasangan tanpa perlu adaptasi infrastruktur yang rumit. Bisa menggunakan braket dinding bawaan yang dilengkapi mekanisme kemiringan terintegrasi (tilt mechanism), pemandu kabel, serta piringan tempat penyimpanan remote control.
Speaker ini juga mendukung VESA Mount, alias dapat dipasang langsung pada braket layar televisi atau monitor ukuran 27 hingga 78 inci. Jika tidak digantung atau ditempel, penempatan langsung di atas meja rapat bisa menggunakan kaki karet penyangga anti-getar bawaan. Selain itu, ia juga mendukung pemasangan pada dudukan penyangga eksternal untuk kebutuhan integrasi fleksibel atau temporer.

Mengikuti Sennheiser di dunia audio profesional, sektor akustik menjadi keunggulan utama dari TeamConnect Bar. Tangkapan suara dikelola oleh susunan mikrofon MEMS berteknologi Adaptive Beamforming Array. TeamConnect Bar S mengusung 4 kapsul mikrofon dengan jangkauan tangkapan hingga 3,5–4,5 meter, sedangkan TeamConnect Bar M dibekali 6 kapsul mikrofon dengan radius tangkapan hingga 4,5–5 meter. Teknologi ini bekerja melacak posisi pembicara secara otomatis dan intuitif, memungkinkan transisi tangkapan suara antar-peserta berlangsung mulus tanpa memotong artikulasi kata.


Untuk reproduksi suara, TeamConnect Bar S punya 2 pengeras suara broadband 50 mm berdaya 10W dengan tingkat tekanan suara maksimum 80 dB. Untuk TeamConnect Bar M sendiri mengintegrasikan 4 pengeras suara broadband 50 mm berdaya 20W yang mampu menghasilkan output hingga 84 dB. Dipadukan dengan radiator pasif ganda, vokal manusia terdengar hangat, alami, dan jernih pada frekuensi menengah.
Sistem audio ini disempurnakan oleh pemrosesan DSP internal yang menyediakan dua fitur kontrol spasial unggulan. Pertama Exclusion Zones, memungkinkan administrator menentukan wilayah spasial tertentu, seperti area dekat pendingin udara/AC, pintu masuk, atau proyektor agar diabaikan oleh mikrofon, sehingga menekan kebisingan latar belakang yang konstan.

Kedua, fitur Priority Zone yang memungkinkan penentuan area fokus utama seperti podium instruktur atau meja pimpinan guna memberikan penguatan audio lebih tinggi pada pembicara di area tersebut.
Performa Kamera dan Fitur AI Video
Sistem visual Sennheiser TeamConnect Bar ditopang oleh sensor kamera 8MP beresolusi 4K Ultra HD. Lensa ini menyajikan sudut pandang optik yang sangat luas hingga 120 derajat secara diagonal dan 115 derajat secara horizontal. Cakupan lensa lebar ini sangat efektif di ruang rapat kecil, memastikan peserta yang duduk di sudut terdekat dari layar tetap masuk dalam bingkai.Kamera ini memanfaatkan teknologi ePTZ (electronic Pan-Tilt-Zoom) yang dipadukan dengan algoritma cerdas berbasis AI. Dua mode pembingkaian utama yang disediakan mencakup Autoframing yang bisa menyesuaikan lebar bidang pandang kamera secara dinamis untuk memasukkan seluruh peserta fisik di dalam ruangan secara otomatis saat ada orang yang masuk atau keluar.
Kamera ini juga bisa memotong gambar wajah peserta secara individual dan membaginya ke dalam grid terpisah dengan resolusi seimbang, sehingga meningkatkan kesetaraan tampilan rapat bagi partisipan jarak jauh.
Dalam pengujian operasional, pemrosesan AI framing bekerja secara halus dan teratur. Namun, terdapat keterbatasan fisik dari sistem ePTZ yang perlu dicermati. Karena tidak menggunakan mekanisme zoom optik bergerak, tingkat ketajaman detail gambar mengalami penurunan secara digital ketika kamera melakukan pembesaran pada peserta yang berada pada jarak lebih dari 1,5 hingga 1,8 meter. Oleh sebab itu, sweet spot performa visual terbaik dari perangkat ini berada pada jarak rapat dekat.

Pada sistem ruang rapat konvensional, pengguna membutuhkan docking station eksternal untuk menyalurkan sinyal audio, video, dan output layar ke laptop. TeamConnect Bar mengeliminasi perangkat perantara tersebut dengan bertindak langsung sebagai pusat audio video.
Melalui port output HDMI 2.0 yang mendukung transmisi 4K 60fps, pengguna hanya perlu menghubungkan satu kabel USB-C dari laptop ke TeamConnect Bar. Sinyal video dari laptop akan diteruskan secara otomatis menuju monitor ruangan.

Selain itu, TeamConnect Bar dilengkapi dengan antarmuka jaringan audio Audinate Dante terintegrasi pada port RJ45. Kita dapat menambahkan mikrofon eksternal atau kamera USB sekunder melalui port USB-A eksternal jika area ruangan diperluas.
Perangkat ini didukung oleh aplikasi manajemen terpusat Sennheiser Control Cockpit dan platform berbasis awan DeviceHub. TC Bar juga dilengkapi enkripsi komunikasi kontrol dan proteksi kata sandi default untuk menjamin keamanan jaringan enterprise. Perangkat ini telah mengantongi sertifikasi serta kompatibilitas penuh dengan platform Microsoft Teams, Zoom, Barco ClickShare, Crestron, Extron, dan Q-SYS.
Kesimpulan
Sennheiser TeamConnect Bar adalah solusi video bar all-in-one yang menggabungkan performa audio kelas atas dengan kepraktisan. Fitur passthrough HDMI terintegrasi dan dukungan Audinate Dante menjadikannya salah satu perangkat paling fleksibel dan skalabel di kelas periferal rapat.(Nur Aldiansyah Amirulloh)