Dalam peluncuran tersebut, Sennheiser juga memperkenalkan Spectera SKM, handheld transmitter terbaru yang memperluas kapabilitas ekosistem Spectera ke aplikasi mikrofon handheld. Perangkat ini dijadwalkan mulai tersedia di Indonesia pada kuartal keempat 2026.
Spectera Kelola Audio Wireless dalam Satu Ekosistem
Spectera didukung teknologi Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS) dari Sennheiser. Teknologi tersebut memungkinkan beberapa link audio beroperasi dalam satu kanal RF wideband. Satu Spectera Base Station dapat mendukung hingga 64 link audio, terdiri dari 32 input dan 32 output, dalam unit rack berukuran 1U.Arsitektur bidirectional pada sistem ini juga memberikan engineer audio visibilitas serta kontrol secara berkelanjutan terhadap sistem wireless. Fitur tersebut mencakup remote monitoring untuk memantau level audio, performa RF, dan status baterai.
Dengan demikian, tim audio dapat memperoleh informasi mengenai kondisi sistem tanpa harus melakukan pemeriksaan secara langsung pada setiap perangkat. Pengelolaan sistem juga didukung software Spectera.
SoundBase menyediakan kontrol dan monitoring untuk volume serta pengaturan IEM, termasuk status RF dan baterai. Sementara itu, Spectera WebUI menyediakan antarmuka untuk melakukan konfigurasi dan system monitoring. Kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak tersebut memungkinkan tim audio mengelola mikrofon wireless, IEM, serta berbagai parameter sistem secara lebih terintegrasi.
Sales Director Sennheiser Asia, Roland Lim, mengatakan pengelolaan wireless dapat menjadi rumit dalam produksi berskala besar, khususnya saat harus menangani mikrofon, in-ear monitoring, dan koordinasi RF secara bersamaan.
“Spectera mengintegrasikan berbagai elemen tersebut dalam satu ekosistem, sehingga memberikan cara yang lebih efisien bagi engineer untuk mengelola konfigurasi wireless mereka,” ujar Lim. Lim juga mengatakan respons dan umpan balik yang diterima Sennheiser sejauh ini sangat positif.
Spectera SKM Hadir untuk Mikrofon Handheld
Spectera SKM handheld transmitter terbaru membawa arsitektur wideband dan bidirectional Spectera ke penggunaan mikrofon handheld. Perangkat ini akan mulai dikirimkan di Indonesia pada Q4 2026.Sennheiser menyebut Spectera SKM akan tersedia dalam varian UHF dan 1,4 GHz. Perangkat tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan profesional, termasuk live sound, teater, broadcast, dan rumah ibadah.
Dari sisi desain, SKM menggunakan bodi aluminium anodized dengan desain ramping dan dilengkapi layar OLED. Transmitter ini juga kompatibel dengan berbagai kapsul dari Sennheiser dan Neumann.
Koneksi bidirectional antara SKM dan Spectera Base Station memungkinkan remote monitoring terhadap status baterai, performa RF, level audio, kekuatan sinyal, serta kualitas koneksi. Pengaturan gain dan low-cut juga dapat disesuaikan secara remote.
Spectera Telah Digunakan di Sejumlah Produksi
Dalam peluncurannya di Jakarta, profesional dari komunitas audio berbagai daerah berkesempatan melihat langsung penerapan Spectera melalui pertunjukan musik live dan pertunjukan musikal singkat. Menurut Sennheiser, Spectera sebelumnya telah digunakan dalam sejumlah lingkungan audio profesional di Indonesia.Spectera sebelumnya telah digunakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), konser Raisa’s Love & Let Go, serta Festival Pagelaran Sabang Merauke. Penerapan tersebut memperlihatkan penggunaan Spectera dalam beragam kebutuhan produksi, dari venue budaya berskala besar hingga pertunjukan live dengan skala produksi besar.
Melalui sesi demonstrasi, peserta juga dapat melihat alur kerja dan kemampuan pengelolaan Spectera secara langsung. Sistem komunikasi dua arah dan remote monitoring diperlihatkan untuk menunjukkan engineer dapat memperoleh visibilitas serta kontrol selama proses produksi.
Sennheiser menyatakan arsitektur wideband, komunikasi dua arah, dan kontrol sistem terintegrasi menjadi bagian dari pendekatan Spectera dalam pengelolaan wireless audio profesional. Dengan hadirnya solusi seperti Spectera SKM, ekosistem tersebut terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan produksi modern.