Sebagaimana dengan namanya, ponsel ini merupakan generasi penerus dari Andromax R yang dirilis tahun lalu. Beberapa perubahan dan penambahan fitur juga terlihat di ponsel ini. Salah satu fitur utama yang diusung di ponsel ini adalah fitur VoLTE atau panggilan suara melalui jaringan LTE yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan telepon tanpa menguras pulsa, alias menggunakan paket data.
Desain
Smartfren tampaknya semakin serius dalam menggarap ponselnya. Di Andromax R2 kali ini, desain yang diusung benar-benar berbeda dengan pendahulunya. Desain bodinya lebih simpel dan lebih kokoh dari sebelumnya. Di bagian belakang bodinya juga menggunakan lapisan kaca, berbeda dengan bodi plastik yang diusung oleh pendahulunya.Andromax R2 juga telah menggunakan desain unibody, sehingga baterainya tidak dapat dilepas oleh penggunanya. Seperti ponsel saat ini, slot kartu SIM terletak di bagian sisi bodi ponsel ini, dan dapat dikeluarkan dengan alat pengungkit khusus yang telah disediakan di paket penjualannya.
Satu hal yang saya suka dari ponsel ini adalah posisi tombol volume dan power yang terpisah dan ditempatkan di kedua sisi bodi. Posisi ini tergolong ergonomis dan memudahkan jari saya untuk menjangkaunya.
Jika dibandingkan dengan Andromax R, ponsel ini memiliki beberapa perubahan. Selain menggunakan bodi belakang berlapiskan kaca, Andromax R2 juga memiliki posisi kamera belakang yang berbeda dengan Andromax R. Posisi kamera belakangnya kini berada di pojok, tidak di tengah. Ponsel ini juga masih memiliki lampu dual tone flash untuk hasil foto lebih maksimal.
Software & Antarmuka
Berbeda dengan bodinya, software dan antarmuka di ponsel ini tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ia masih menggunakan antarmuka bawaan Android Lollipop yang dilengkapi dengan berbagai aplikasi layanan khusus pengguna Smartfren. Selain aplikasi layanan terdapat juga aplikasi lokal lainnya, seperti BukaLapak, Uangku, dan Urban Indo.
Meski demikian, saya masih tetap suka dengan antarmuka pada ponsel ini. Penerapan antarmuka standar di Andromax R2 juga memiliki keuntungan tersendiri. Sifat antarmuka standar yang ringan membuat ponsel ini lebih responsif dan tidak menguras performa secara keseluruhan.
Kamera & Video
Masih sama dengan pendahulunya, Andromax R2 memiliki kamera yang tergolong memuaskan untuk di kelasnya. Ia masih memiliki aplikasi kamera dengan pengaturan yang lengkap, termasuk pengaturan manual untuk berbagai parameter fotografi seperti ISO dan white balance.Aplikasi kamera pada ponsel ini juga memungkinkan penggunanya untuk merekam video dengan resolusi hingga 1080p. Menariknya, ada plihan pengaturan framerate hingga 120fps di mode video.

Kualitas gambar dari kamera di Andromax R2 juga sudah sangat mumpuni. Selain memiliki kontras warna yang baik, kamera ponsel ini juga mampu menghadirkan kualitas gambar yang sangat baik. Detail gambar seperti tetesan air hujan pun bisa digambarkan dengan baik.

Memang kamera ponsel ini cukup lemah dalam hal foto di kondisi kurangcahaya atau low light. Namun hal tersebut dapat dikompensasi dengan menggunakan lampu dual tone flash yang dimilikinya. Hasilnya juga cukup memuaskan untuk ponsel seharga Rp1,7 juta.

Performa & Baterai
Dibandingkan dengan Andromax R, Andromax R2 memiliki performa yang jauh lebih baik. Hal tersebut terbukti dari hasil beberapa pengujian yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi 3DMark dan PCMark. Kesimpulan hasil pengujian pada ponsel ini menunjukkan bahwa performanya hampir dua kali lipat lebih kencang dari pendahulunya. Mengejutkan memang, apalagi harga rilisnya hampir sama dengan harga rilis Andromax R..jpg)
Penyimpanan internal di ponsel ini juga telah ditingkatkan hingga 16GB, cukup untuk menyimpan berbagai aplikasi dan game berat seperti Asphalt 8 Airborne yang bisa dimainkan tanpa hambatan di ponsel ini. RAM sebesar 2GB yang ada di ponsel ini juga sudah cukup kuat untuk menopang multitasking. Tentu saja, masih dalam batasan yang wajar.
Minusnya adalah ponsel ini cukup panas bila digunakan agak lama secara aktif, terutama ketika bermain game. Untungnya, panas tersebut hanya berpusat di sisi atas bagian belakang ponsel ini, sehingga tidak terlalu mengganggu penggunaannya.
.jpg)
Baterai ponsel ini juga cukup mengejutkan saya. Dengan harga di bawah Rp2 juta, ia mampu menghadirkan ponsel dengan performa baterai yang cukup tahan lama. Di pengujian menggunakan PCMark Battery, ponsel ini berhasil bertahan hingga 8 jam lebih, mengalahkan pesaingnya seperti Hisense Pureshot+ dan Xiaomi Mi 4i. Dalam penggunaan wajar sehari-hari, ia mampu bertahan dari pagi hingga malam hari.
VoLTE
Salah satu fitur yang diunggulkan oleh ponsel ini adalah VoLTE. Fitur panggilan melalui koneksi 4G ini masih belum banyak diterapkan. Smartfren bahkan merupakan satu-satunya operator yang baru mendukung fitur ini. Perangkat VoLTE juga belum banyak. Di lini produk Smartfren, hanya Andromax R2 dan E2 yang baru mendukung fitur VoLTE.

Meski terbatas dalam hal penggunaan, VoLTE memiliki kelebihan yang patut diketahui. Pertama ia menggunakan data dengan koneksi melalui jaringan LTE. Walaupun menggunakan data sebagai jalur transmisinya, jaringan untuk VoLTE akan terpisah secara khusus, demi mencegah intervensi transmisi data yang biasa digunakan untuk aplikasi lainnya.
Kelebihan selanjutnya adalah kualitas suara. Selama beberapa kali saya mencoba panggilan suara melalui VoLTE, kualitas suara dari lawan bicara saya sangat jelas terdengar. Salah satu alasannya adalah karena pada jaringan VoLTE, tidak ada metode kompresi suara seperti saat melakukan panggilan lewat jaringan biasa. Suara noise yang biasa terdengar selama melakukan panggilan tidak ditemukan di fitur ini. Ditambah lagi, waktu yang diperlukan agar panggilan sampai ke lawan bicara juga jauh lebih cepat, tidak sampai 2 detik.
Kesimpulan
Sekali lagi Smartfren berhasil membuat saya terkejut. Secara pribadi, saya sangat suka dengan ponsel ini. Selain memiliki performa yang cukup kencang untuk ponsel sekelasnya, Andromax R2 juga diengkapi dengan kamera yang mumpuni dan desain yang lebih baik dari pendahulunya.Ponsel ini memang masih memiliki beberapa kekurangan, seperti mudah panas jika digunakan secara aktif dan memiliki posisi speaker yang kurang nyaman untuk bermain game di mode landscape. Selebihnya, Andromax R2 patut dipertimbangkan bila Anda mencari ponsel Android bertenaga dengan harga di bawah Rp2 juta.
| Smartfren Andromax R2 | |
| Prosesor | Qualcomm Snapdragon 410 octa-core @ 1,4GHz |
| RAM | 2GB |
| OS | Android 5.0 Lollipop |
| GPU | Adreno 405 |
| Memori Internal | 16GB |
| Kamera | 13MP (belakang), 5MP (depan) |
| Dimensi | 142,2 x 70,6 x 7,7 mm |
| Baterai | 2.320 mAh |
| Layar | 5 inci 1280 x 720 pixel |
| Harga | Rp1.699.000 |
Smartfren Andromax R2
8,5
- Harga terjangkau
- Kamera dan performa bagus
- Bodi lebih elegan dari versi sebelumnya
- Mendukung fitur VoLTE
- Mudah panas
- Posisi speaker sedikit kurang ergonomis pada penggunaan landscape
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News