Proses docking atau pendaratan pesawat kapsul Crew Dragon dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Proses docking atau pendaratan pesawat kapsul Crew Dragon dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Pakai Roket SpaceX, Empat Astronaut NASA Tiba di Stasiun Luar Angkasa

Teknologi antariksa teknologi nasa SpaceX
Cahyandaru Kuncorojati • 18 November 2020 10:24
Jakarta: Empat astronaut yang terbang ke Stasiun Luar Angkasa atau ISS (International Space Station) pada 16 November 2020 dini hari menggunakan pesawat SpaceX Crew Dragon telah melakukan tiba ditujuan dan proses docking berjalan lancar.
 
Empat astronaut yang terbang dengan Crew Dragon bernama Resilience yaitu Michael Hopkins, Victor Glover, Shannon Walker, dan Soichi Noguchi juga akan menyusul. Keempat astronaut tadi terdiri dari empat astronaut NASA, Uni Eropa ESA, dan Jepang JAXA.
 
Tim ini terbang dengan nana misi Crew-1 sebagai misi penerbangan komersial pertama NASA. Di misi ini NASA menggunakan pesawat dan roket yang dibuat oleh perusahaan swasta yaitu SpaceX. Mereka menggunakan kapsul Crew Dragon dan roket daur ulang Falcon 9.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapsul Crew Dragon yang ditumpangi tim Crew-1 diberi nama Resilience dan bakal digunakan kembali untuk perjalanan pulang ke Bumi. Namun, para astronaut harus menjalani tugas selama enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
 
BACA: NASA dan SpaceX Sukses Terbangkan Misi Perdananya ke Angkasa
 
Di sana keempat astronaut sudah disambut tiga astronaut lain yang tiba lebih dulu yaitu satu astronaut perempuan NASA dan dua dari Roscosmos Rusia. Ketiga terbang sebulan lebih awal menggunakan Soyuz MS-17 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. Jadi total ada tujuh astronaut yang bertugas diStasiun Luar Angkasa Internasional
 
Ketiganya adalah Kate Rubins, Sergey Ryzhikov, dan Sergey Kud-Sverchkov. Rusia memilih tetap terbang dari Kazakhstan karena masih dalam ikatan kontrak menyewa kawasan landasan yang dahulu merupakan negara bagian masa Uni Soviet.
 
BACA: Baby Yoda Star Wars Dampingi Astronaut Terbang ke ISS
 
Keputusan Rusia untuk tetap menggunakan pesawat antariksa sendiri tampaknya menjaga gengsi dengan Amerika Serikat untuk menunjukan bahwa negaranya tetap jadi pesaing teknologi penjelajahan angkasa. Rusia sendiri memang sudah tidak sering melakukan misi antariksa cukup lama.
 

 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif