Asteroid ini berpotensi menyebabkan ledakan besar jika terlalu dekat dengan bumi.
Asteroid ini berpotensi menyebabkan ledakan besar jika terlalu dekat dengan bumi.

Apa Dampaknya Jika Asteroid Terlalu Dekat dengan Bumi?

Teknologi antariksa teknologi
Lufthi Anggraeni • 17 Maret 2020 11:16
Jakarta: Sebuah asteroid mengikuti orbit yang berpotongan dengan Bumi mendekati planet, dan data yang dihimpun NASA mengindikasikan bahwa asteroid ini cukup besar untuk menciptakan ledakan besar di atmosfer jika berjarak terlalu dekat.
 
Asteroid yang kian mendekat ini tengah diawasi oleh Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA, yang melacak obyek, disebut sebagai 2020 EF, pada kecepatan lebih dari 10 ribu mil per jam. CNEOS memprediksi asteroid ini berdiameter 98 kaki atau 29,9 meter, sedikit lebih panjang jika dibandingkan dengan jarak antara basis berlian baseball.
 
Menurut CNEOS, 2020 EF merupakan asteroid Aten, artinya asteroid ini mengikuti orbit alami yang berpotongan dengan jalur Bumi. Seperti yang diindikasikan pada diagram orbit NASA untuk 2020 EF, asteroid ini mengikuti orbit sangat lebar di sekitar matahari dan hampir mengikuti jalur yang sama seperti Bumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diagram ini juga menunjukan sejumlah area terdekat antara 2020 EF dan Bumi. Akibat ukurannya, 2020 EF tidak akan menyebabkan tabrakan, dan akan hancur saat memasuki atmosfer Bumi.
 
Namun, asteroid ini cukup besar untuk dapat menciptakan ledakan di langit yang dapat berbahaya, seperti diilustrasikan oleh ledakan meteor pada tahun 2013 lalu di atas kota Chelyabinsk, Rusia.
 
Ledakan ini diilustrasikan dapat memproduksi cahaya 30 kali lebih terang dari Matahari dan menyebabkan 180 kasus sakit mata dan 70 kasus kebutaan temporer akibat cahaya kilat. CNEOS menyebut bahwa asteroid ini diperkirakan akan mendekati Bumi pada 18 Maret 11:15 siang EDT.
 
Selama waktu tersebut, asteroid ini akan terbang melewati Bumi dari jarak 0,04241 unit astronomik atau sekitar 3,9 juta mil (6.276.441,6 kilometer) dari pusat Bumi.
 
Sebelumnya, astronomer dari Catalina Sky Survey mengumumkan bahwa mereka menemukan satelit alami kedua yang mengorbit di sekitar Bumi.
 
Satelit ini tampak seperti Bumi dan mitra Catalina Sky Survei, Luna, memutuskan untuk menjelajahi poliamori ini. Pendatang baru ini dilaporkan merupakan asteroid kecil yang merangsek ke orbit Bumi, dan kini menjadi Bulan versi kecil temporer.
 
Ilmuwan menemukan Bulan baru ini pada pekan lalu, namun ingin mengonfirmasikan bahwa satelit ini bukanlah satelit buatan atau sampah ruang angkasa acak. Ilmuwan masih belum menutup peluang bahwa Bulan kecil ini merupakan satelit buatan, meski seluruh indikasi sejauh ini mengindikasikan bahwa satelit ini merupakan benda angkasa alami.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif