Kapal luar angkasa akan terbang hingga berjarak hanya sejauh 2.800 mil dari permukaan planet dan menurun hingga berjarak 1050 mil dari orbitnya saat ini.
Kapal ini akan berbekal kemampuan komunikasi, dengan fungsi serupa ponsel seluler, sehingga semakin dekat dengan tiang pemacar jaringan maka akan semakin kuat sinyal.
Untuk mempersempit orbit Maven, NASA akan menembakan pendorongnya dalam beberapa hari ke depan untuk sedikit menurunkan ketinggiannya.
Kapal luar angkasa NASA ini akan mengandalkan tarikan yang disediakan oleh atmosfer bagian atas Mars untuk memperlambatnya setiap kali mengelilingi planet.
Kapal luar angkasa akan mengubah lintasan dengan teknik yang dikenal sebagai aerobraking. NASA menyebut areobraking akan memungkinkan agensi untuk mencapai tujuannya namun dengan konsumsi bahan bakar minim.
Untuk menghadirkan sinyal lebih kuat, gerakan ini juga memungkinkan kapal luar angkasa untuk berkomunikasi dengan Mars 2020 lebih sering.
Dengan mengorbit di altitude lebih rendah, satelit akan dapat mengelilingi Mars sebanyak 6,8 kali per hari waktu bumi, bukan hanya sebanyak 5,3 kali. Hal ini akan memungkinkannya menerima banyak data. MAVEN dipergunakan untuk melihat atmosfer dan air di planet Mars secara lebih dekat.
Sejak memasuki orbit Mars pada tahun 2014 lalu, kapal ruang angkasa ini mampu membantu ilmuwan untuk menentukan angin dan radiasi surya yang bertanggung jawab dalam mengikis atmosfer dan bahwa planet ini memiliki dua tipe aurora, salah satu yang ditemukan oleh NASA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News