Pesawat luar angkasa Jepang, Hayabusa2, sukses mendarat kedua kalinya di asteroid Ryugu.
Pesawat luar angkasa Jepang, Hayabusa2, sukses mendarat kedua kalinya di asteroid Ryugu.

Pesawat Luar Angkasa Mendarat di Asteroid

Teknologi antariksa
Lufthi Anggraeni • 12 Juli 2019 08:08
Jakarta: Pesawat luar angkasa milik Jepang telah mendarat di asteroid berjarak jauh dari bumi, ditujukan untuk menghimpun sampel guna menguak evolusi sistem tata surya.
 
Peneliti di Japan Aerospace Exploration Agency (Jaxa) mengobservasi pendaratan ini dari ruang kendali di pulau di selatan Tanegashima.
 
Jaxa menyebut bahwa pesawat luar angkasa penyelidik bernama Hayabusa2 tersebut berfungsi dengan normal di atas asteroid Ryugu, yang berjarak sekitar 300 juta kilometer dari Bumi. Pendaratan di asteroid ini merupakan kali kedua untuk pesawat luar angkasa ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendaratan ini merupakan bagian dari misi rumit yang juga melibatkan pengiriman rover dan robot. Melalui misi ini, Jaxa berharap dapat menghimpun bahan murni dari bawah permukaan asteroid, yang menyediakan informasi terkait sistem tata surya saat baru terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu.
 
The Guardian juga menyebut bahwa Jaxa mengungkap pendaratan ini menjadi kali pertama pesawat luar angkasa menjalan tugas menghimpun partikel dari bawah permukaan asteroid.
 
Untuk mendapatkan bahan penting tersebut, sebuah alat penabrak ditembakan dari Hayabusa2 ke Ryugu pada bulan April lalu.
 
Penembakan tersebut menjadi bagian dari proses berisiko yang menciptakan kawah pada permukaan asteroid dan mengeluarkan bahan yang sebelumnya tidak terungkap di atmosfer. Jaxa menyebut sampel bahan ini akan mengandung bahan organis dan air.
 
Hayabusa2 pertama kali mendarat secara singkat di asteroid Ryugu pada bulan Februari, dan menembakan peluru lima gram dengan kecepatan lebih dari 1.050 km per jam ke permukaan asteroid untuk mengumpulkan debu, sebelum kembali ke posisi penyimpannya.
 
Pendaratan kedua Hayabusa2 pada Kamis pagi waktu setempat ini membutuhkan persiapan khusus karena permasalahan yang mungkin terjadi berpeluang untuk menyebabkan pesawat luar angkasa tanpa awak ini kehilangan bahan yang telah dikumpulkannya pada pendaratan pertama.
 
Hayabusa2 memulai proses pendaratannya pada Rabu lalu dari stasiunnya, berlokasi 20 km di atas asteroid, dan diyakini telah mendarat di area yang ditargetkan sekitar 20 meter dari pusat kawah yang dibuat pada pendaratan pertama.
 
Dalam pendaratan berdurasi singkat di asteroid, Hayabusa2 mengumpulkan sampel dari kawah buatan melalui tabung yang mengambil Ejecta tidak dikenal saat partikel tersebut melayang.
 
Foto kawah yang dipotret kamera Hayabusa2 menampilkan bagian permukaan asteroid yang tertutup material sangat berbeda.
 
Pesawat ruang angkasa ini dijadwalkan akan kembali ke bumi pada tahun 2020 mendatang, membawa sampe yang dinantikan ilmuwan untuk segera mempelajari lebih banyak sejarah terkait dengan sistem tata surya dan awal mula kehidupan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif