Cara Parker Solar Probe Selamat Lewati Korona Matahari

Ellavie Ichlasa Amalia 09 Agustus 2018 12:12 WIB
antariksanasa
Cara Parker Solar Probe Selamat Lewati Korona Matahari
Parker Solar Probe. (Photo by HO / NASA / AFP)
Jakarta: Lapisan atas dari atmosfer Matahari jauh lebih panas dari permukaan Bumi. Menurut NASA, lapisan tersebut jutaan derajat Celsius lebih panas dari permukaan Bumi. Dan ke sanalah pesawat luar angkasa terbaru dari NASA akan menuju.

Pesawat yang bernama Parker Solar Probe ini dibuat untuk mempelajari misteri tentang Matahari dan juga bintang-bintang.

Untuk mengatasi panas yang dipancarkan Matahari, Parker Solar Probe dilengkapi dengan pelindung khusus yang bisa menjaga agar suhu perlengkapan di dalam peswat itu tidak melebihi 30 derajat Celsius, lapor Space.


Meskipun begitu, pelindung ini sebenarnya tidak bersentuhan langsung dengan lapisan Matahari yang memiliki suhu jutaan Celsius.

"Bayangkan jika Anda menyalakan oven dan mengatur suhunya pada 400 derajat, Anda bisa memasukkan tangan Anda ke dalam oven dan tangan Anda tidak akan terbakar selama Anda tidak menyentuh permukaan oven," kata Parker Solar Probe Project Scientist, Nicola Fox, peneliti matahari di Johns Hopkisn University.

Itu artinya, pelindung panas pada Parker Solar Probe tidak akan bersentuhan dengan banyak partikel super panas dari plasma yang membentuk korona matahari.

Setiap benturan dengan partikel super panas memang akan membuat permukaan pelindung semakin panas. Meskipun begitu, suhu pelindung tidak akan melewati batas.

"Korona merupakan plasma yang tipis, kawasan ini tidak padat," kata Fox. "Jadi, jika Anda menghitung jumlah partikel yang menabrak pelindung panas dan membuat panasnya naik, pelindung akan mencapai suhu 2.500 derajat Fahrenheit (1.370 derajat Celsius)."

Dan suhu itu jauh lebih rendah dari suhu permukaan Matahari. "Seperti yang saya bilang, 'jangan sentuh permukaan oven', jangan sentuh plasma bersuhu 3 juta derajat. Parker Solar Probe akan mendengarkan perintah itu dan akan terbang melalui korona Matahari tanpa melewati kawasan yang padat plasma."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.