NASA Pasang Pelindung Panas ke Parker Solar Probe
Pelindung untuk Parker Solar Probe. (NASA/Johns Hopkins APL/Ed Whitman)
Jakarta: Pada Agustus, NASA akan meluncurkan pesawat antarplanet baru untuk mengamati matahari. Pesawat itu baru saja mendapatkan pelindung panas super.

Pada akhir Juni, para teknisi memasang pelindung panas pada pesawat yang dinamai Parker Solar Probe tersebut. Pelindung ini diharapkan akan bisa membuat suhu pesawat tetap dingin bahkan ketika ia mendekat ke matahari.

Parker Solar Probe diharapkan akan bisa mengamati matahari dari jarak lebih dekat dari kendaraan lain yang pernah dikirimkan. Pesawat itu akan berhenti di jarak empat juta mil dari permukaan matahari.


Di sana, ia akan berinteraksi dengan korona dan juga atmosfer luar matahari, lapor The Verge. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan pada peneliti untuk memelajari pergerakan panas di kawasan tesrebut.

Sesekali, partikel di dalam korona matahari menjadi sangat panas hingga ia tertembak keluar. Inilah yang dikenal dengan solar wind atau angin surya.

Partikel-partikel pada angin surya ini dapat bercampur dengan medan magnetik Bumi, yang menyebabkan badai geomagnetik yang dapat mengacaukan sistem satelit dan menyebabkan munculnya aurora. Karena itu, NASA tertarik untuk mengetahui mekanisme di balik terjadinya fenomena angin surya.

Untuk dapat memelajari korona matahari, mereka harus bisa memastikan pesawat memiliki sistem yang dapat menjaga suhunya agar tidak menjadi terlalu panas. Inilah fungsi pelindung panas yang dipasang pada Parker Solar Probe.

Pelindung tersebut memiliki berat 160 pon dan terbuat dari dua lapisan komposit karbon-karbon yang mengelilingi inti tebal yang terbuat dari busa. Mengingat Parker Solar Probe dapat mencapai kecepatan 430 ribu mil per jam, pelindung pesawat itu tidak boleh terlalu berat. Jika pelindung terlalu berat, Parker Solar Probe akan gagal mencapai orbit yang ditetapkan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.