Google Siapkan Program Beta untuk YouTube Android
Google mengumumkan program pengujian beta untuk YouTube versi Android, dan terbuka untuk seluruh pengembang.
Jakarta: Google baru saja melakukan update pada halaman Frequently Asked Questions (FAQ) aplikasi YouTube, menambahkan informasi terkait dengan program beta baru untuk pengguna Android. YouTube beta untuk pengguna yang ingin menguji fitur eksperimental.

Fitur tersebut diperkirakan akan tersedia pada versi akhir dari aplikasi YouTube. Android Beta Program YouTube ini terbuka untuk seluruh pengembang, namun Google meminta masyarakat untuk tidak mempublikasikan atau berbagi fitur yang diuji hingga secara resmi diluncurkan atau diumumkan.

Untuk menjadi penguji beta YouTube Android, pengguna perlu mengukuti sejumlah langkah. Pengguna juga dapat keluar dari program beta ini kapanpun diinginkan, dengan mengunjungi halaman khusus dan memilih untuk "meninggalkan program".


Saat mengunjungi halaman opt-in program pengujian beta ini, pengguna harus telah masuk ke Google Account. Kemudian, pilih opsi Become a tester atau menjadi penguji, lalu ikuti instruksi yang muncul di layar untuk mulai menggunakan YouTube Android versi beta.

Sementara itu, Google turut mengumumkan bahwa aplikasi YouTube Go telah diunduh dan diinstal oleh lebih dari 100 juta kali di Play Store. Jumlah ini mengindikasikan bahwa YouTube Go merupakan aplikasi Go paling populer di pasar saat ini.

Sebelumnya, YouTube versi mobile dan desktop sempat mengalami permasalahan, menyebabkan pengguna tidak dapat mengakses aplikasi tersebut. Mendapatkan laporan dari pengguna, tim YouTube mengonfirmasi permasalahan ini via Twitter dan berhasil memperbaikinya dalam kurun waktu sekitar dua jam kemudian.

YouTube juga mengumumkan kehadiran dukungan untuk pemutaran DVR pada sejumlah jaringan yang ditawarkan pada layanan YouTube TV. Sebelumnya, pengguna YouTube TV hanya dapat mengendalikan acara yang mereka tonton setelah tersedia di bagian on-demand.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.