Samsung dan Google memamerkan smart glasses AI berbasis Android XR di Google I/O 2026 dengan dukungan Gemini AI dan fitur wearable pintar terbaru.
Samsung dan Google memamerkan smart glasses AI berbasis Android XR di Google I/O 2026 dengan dukungan Gemini AI dan fitur wearable pintar terbaru.

Google I/O 2026

Ada Smart Glasses AI Kolab Samsung x Google di I/O 2026

Lufthi Anggraeni • 20 Mei 2026 11:08
Ringkasnya gini..
  • Samsung dan Google memperkenalkan smart glasses AI berbasis Android XR di Google I/O 2026.
  • Perangkat ini mendukung Gemini AI untuk navigasi, foto, live translation, dan asisten kontekstual.
  • Smart glasses baru tersebut diproyeksikan menjadi pesaing Ray-Ban Meta dan wearable AI generasi berikutnya.
Jakarta: Samsung dan Google resmi memperkenalkan generasi terbaru smart glasses berbasis AI dalam ajang Google I/O 2026. Perangkat wearable tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem Android XR yang diposisikan untuk bersaing langsung dengan Ray-Ban Meta dan perangkat mixed reality lain di pasar global.
 
Kacamata pintar ini dikembangkan melalui kolaborasi Samsung, Google, dan Qualcomm dengan dukungan platform Android XR yang terintegrasi penuh dengan Gemini AI. Selain Samsung, Google juga bekerja sama dengan brand eyewear seperti Gentle Monster dan Warby Parker untuk menghadirkan desain lebih fashionable dan ringan untuk penggunaan sehari-hari.
 
Dalam demonstrasi di Google I/O 2026, smart glasses tersebut diperlihatkan mampu menjalankan berbagai fitur AI berbasis konteks. Pengguna dapat meminta bantuan Gemini melalui perintah suara untuk mengambil foto, membuat pengingat kalender, menerjemahkan percakapan secara langsung, hingga menyimpan daftar belanja ke Google Keep.

Google juga memperlihatkan cara smart glasses ini dapat menampilkan informasi visual langsung di depan mata pengguna. Beberapa demo menunjukkan widget, navigasi, hingga elemen edukasi 3D sederhana yang muncul melalui sistem display internal perangkat.
 
Kendati informasi detail spesifikasi teknis masih terbatas, perangkat disebut akan hadir dalam dua varian, yakni model dengan display dan versi audio-only tanpa layar visual penuh. Kedua model tersebut tetap dibekali kamera, mikrofon, dan speaker untuk mendukung interaksi berbasis AI secara real-time.
 
Google menegaskan bahwa Android XR menjadi fondasi utama pengembangan perangkat wearable generasi berikutnya. Sistem operasi tersebut sebelumnya sudah digunakan pada headset mixed reality Samsung Galaxy XR atau Project Moohan yang diperkenalkan lebih dulu sebagai perangkat Android XR pertama di pasar.
 
Sebagai informasi, Android XR dikembangkan sebagai platform extended reality terbuka berbasis Android. Google menyebut pendekatan ini berbeda dari ekosistem tertutup seperti Apple Vision Pro karena memungkinkan integrasi lebih luas dengan aplikasi Android dan layanan Google lainnya.
 
Kehadiran smart glasses baru ini juga menandai kembalinya Google ke pasar wearable eyewear setelah kegagalan Google Glass satu dekade lalu. Berbeda dari generasi sebelumnya, perangkat baru ini lebih menekankan AI kontekstual dan desain yang menyerupai kacamata biasa agar lebih mudah diterima pasar umum.
 
Samsung dan Google diperkirakan mulai merilis smart glasses Android XR tersebut pada paruh kedua tahun 2026. Namun hingga saat ini, kedua perusahaan ini masih belum mengumumkan detail harga, bobot, maupun daya tahan baterai perangkat secara resmi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA