Jika sebelumnya Google dikenal lewat Chromebook yang fokus pada komputasi cloud, kini perusahaan mencoba naik kelas ke segmen laptop premium dengan menggabungkan AI, ekosistem Android, dan desain premium dalam satu perangkat.
| Baca juga: Android 17 Bawa Fitur Baru di Instagram, Utamanya Buat Kreator Konten |
Google menilai industri komputer saat ini tengah bergerak dari era sistem operasi menuju “sistem kecerdasan”. Karena itu, perusahaan melihat peluang untuk mendesain ulang pengalaman menggunakan laptop agar lebih personal, cerdas, dan proaktif membantu pengguna.
Googlebook sendiri mengombinasikan Android dan ChromeOS. Android menghadirkan akses ke jutaan aplikasi di Google Play, sementara ChromeOS tetap menawarkan pengalaman browser yang ringan dan cepat.
Gemini Jadi Pusat Pengalaman Pengguna
Berbeda dari laptop tradisional, Googlebook dirancang khusus untuk memaksimalkan kemampuan Gemini AI. Google ingin kecerdasan buatan menjadi bagian inti dari cara pengguna bekerja sehari-hari.Salah satu fitur unggulannya adalah Magic Pointer, teknologi kursor pintar hasil kolaborasi dengan tim Google DeepMind.
Melalui fitur ini, pengguna cukup menggoyangkan kursor untuk memunculkan bantuan AI secara instan. Gemini nantinya dapat memahami konteks dari apa yang muncul di layar dan langsung memberikan rekomendasi.
Misalnya, pengguna bisa membuat jadwal rapat hanya dengan mengarahkan kursor ke tanggal di email. AI juga dapat menggabungkan dua gambar berbeda untuk membantu visualisasi desain interior atau furnitur secara otomatis.
Google mengklaim fitur tersebut mampu mempercepat proses kerja dari ide hingga eksekusi hanya dalam beberapa klik.
Bisa Membuat Widget AI Sendiri
Googlebook juga membawa fitur “Create Your Widget”, yang memungkinkan pengguna membuat widget personal hanya melalui perintah teks sederhana.Gemini dapat mengambil informasi dari internet maupun layanan Google seperti Gmail dan Kalender untuk menyusun dashboard otomatis sesuai kebutuhan pengguna.
Sebagai contoh, saat merencanakan perjalanan keluarga ke Berlin, AI bisa langsung menyatukan jadwal penerbangan, hotel, restoran, hingga hitung mundur acara dalam satu tampilan desktop.
Integrasi Android Jadi Nilai Jual Utama
Selain AI, Google juga menonjolkan integrasi lintas perangkat sebagai salah satu kekuatan utama Googlebook.Pengguna dapat menjalankan aktivitas dari smartphone langsung melalui laptop tanpa harus berpindah perangkat. File di ponsel juga dapat diakses secara instan lewat fitur Quick Access tanpa proses transfer manual.
Strategi ini dinilai mirip pendekatan Apple yang selama ini sukses membangun ekosistem terintegrasi antara MacBook dan iPhone.
Gandeng Acer hingga Lenovo
Untuk pengembangan perangkat kerasnya, Google bekerja sama dengan sejumlah produsen besar seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo.Google menyebut seluruh lini Googlebook akan hadir dengan material premium serta desain khas bernama glowbar sebagai identitas visual perangkat.
Meski harga dan spesifikasi lengkap belum diumumkan, Google memastikan informasi lebih detail akan dibagikan menjelang peluncuran resminya pada musim gugur tahun ini.
Kehadiran Googlebook menjadi sinyal bahwa Google mulai serius memasuki pasar laptop AI premium, segmen yang selama ini didominasi Apple lewat MacBook.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News