Friendster versi baru ini menekankan koneksi pertemanan lebih nyata dan terbatas pada interaksi langsung. Salah satu fitur paling mencolok dari aplikasi ini adalah cara menambahkan teman. Pengguna tidak bisa sekadar mencari atau mengirim permintaan pertemanan secara online.
Sebaliknya, proses penambahan kontak harus dilakukan dengan cara mendekatkan atau menempelkan perangkat iPhone satu sama lain. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Friendster versi baru ingin membangun jejaring sosial berbasis hubungan nyata, bukan koneksi virtual dengan orang asing.
Konsep tersebut juga sejalan dengan prinsip yang diusung platform ini, yaitu hanya menghubungkan pengguna dengan orang yang benar-benar dikenal di dunia nyata. Selain itu, Friendster juga mengusung konsep privasi lebih ketat.
Platform ini tidak menghadirkan iklan, algoritma rekomendasi, maupun sistem follower seperti media sosial pada umumnya. Alhasil, pengalaman pengguna lebih sederhana dan fokus pada interaksi antar teman tanpa gangguan konten tidak relevan.
Kembalinya Friendster juga membawa nuansa nostalgia bagi pengguna lama, namun dengan pendekatan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan era digital saat ini. Alih-alih mengejar popularitas massal, aplikasi ini justru menargetkan pengguna yang menginginkan interaksi lebih privat dan autentik.
Saat ini, aplikasi Friendster baru tersedia untuk perangkat iPhone dan belum ada informasi resmi terkait kehadiran versi Android. Dengan konsep yang cukup berbeda dari platform lain, menarik untuk melihat apakah Friendster mampu kembali menarik perhatian di tengah dominasi media sosial modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News