Ilustrasi
Ilustrasi

Data Seluler Meningkat 300% dalam 10 Tahun

Mohammad Mamduh • 17 Desember 2021 10:22
Jakarta: Ericsson telah mengungkapkan bahwa data trafik seluler telah meningkat hampir 300 kali lipat pada tahun 2011. Tahun tersebut merupakan pertama kalinya laporan Ericsson Mobility Report diterbitkan.
 
Temuan tersebut berdasarkan atas data jaringan terkini dan terdahulu, yang kemudian digabung ke dalam Ericsson Mobility Report edisi khusus 10 tahun. Laporan ini meninjau kembali beberapa tren utama dan peristiwa yang telah membentuk dekade terakhir, dan mengungkapkan prediksi hingga 2027.
 
Menurut Ericsson, akan ada sekitar 660 juta pelanggan 5G hingga akhir tahun ini. Tiongkok dan wilayah Amerika Utara merupakan penyumbang terbesar, yang dibarengi dengan menurunnya harga perangkat 5G. Diperkirakan pada akhir tahun 2021, jaringan 5G akan menjangkau lebih dari dua miliar orang. 

Berdasarkan perkiraan terbaru, jaringan 5G telah berada di jalur yang tepat untuk menjadi teknologi akses yang dominan secara global, berdasarkan jumlah pelanggan pada tahun 2027.
 
?Jaringan 5G diprediksi akan mencakup sekitar 50 persen dari keseluruhan pelanggan seluler dunia. Ini sebanding dengan 75 persen dari penduduk dunia dan merepresentasikan 62 persen trafik smartphone global. 
 
"Ketika kita memperkirakan apa yang akan terjadi pada tahun 2027, jaringan seluler akan menjadi lebih integral dari sebelumnya. Ini seperti halnya bagaimana kita berinteraksi, beraktivitas, dan bekerja," kata Fredrik Jejdling, Executive Vice President and Head of Networks, Ericsson. 
 
Sejak tahun 2011, implementasi jaringan 4G LTE menjadi sangat penting dalam menghasilkan 5,5 miliar koneksi smartphone di seluruh dunia, serta berkontribusi pada ketersediaan pasar dengan lebih dari 20 ribu model perangkat 4G. 
 
Laporan tersebut menunjukkan siklus hidup teknologi perangkat 5G yang jauh lebih awal, dengan handset 5G saat ini menyumbang 23 persen dari volume global. Sementara hanya ada sekitar 8 persen dari perangkat 4G yang berkontribusi di periode lifecycle yang sama. 
 
Koneksi Fixed Wireless Access (FWA) diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat, dari 88 juta pada akhir 2021 menjadi sekitar 230 juta pada tahun 2027. Hampir setengah dari koneksi ini diperkirakan akan disalurkan via jaringan 5G. 
 
Jumlah pelanggan seluler di Asia Tenggara dan Oseania telah melebihi 1,1 miliar, dan Indonesia berada pada urutan kedua secara global berdasarkan net additions selama kuartal tiga 2021. Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 23 juta selama kuartal tersebut. 
 
"Pada fase awal pengenalannya di Indonesia, jaringan 5G memungkinan penyedia layanan untuk memberikan pengalaman broadband seluler yang lebih baik kepada konsumen, dan meningkatkan kapasitas jaringan seiring dengan terus meningkatnya trafik data," ungkap Ronni Nurmal,  Head of Network Solutions Ericsson Indonesia. 
 
"Seiring dengan berjalannya waktu, kami berharap akan munculnya skenario penggunaan 5G baru yang inovatif untuk bisnis dan IoT."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan