Mengutip Gizmochina, juru bicara YouTube Paul Pennington memverifikasi update ini. Berasal dari fase pengujian awal, bitrate lebih tinggi 1080p ini pertama kali diperkenalkan pada bulan April lalu di platform versi iOS.
Menariknya, fitur ini sebelumnya diamati oleh pengguna non Premium pada beberapa video pada hari Jumat, 5 Agustus lalu. Pengguna tersebut menemukan bahwa saat mencoba menikmati konten pada opsi bitrate itu, YouTube mendorong pengguna untuk menjadi pelanggan Premium.
Sebagai informasi, YouTube meningkatkan harga berlangganan Premium, bersamaan dengan peningkatan harga layanan lainnya. Pada bulan April lalu, melalui unggahan di blog, YouTube menyebut video dengan detail lebih rumit dan gerakan dinamis akan sangat diuntungkan oleh fitur ini.
Sebab, konten video tersebut akan disuguhkan dengan tampilan lebih tajam dan jelas dibandingkan dengan biasanya. Namun, pengguliran fitur ini tidak hanya terbatas pada konten di platform versi desktop.
Pennington mengungkap bahwa pengalaman menikmati konten dalam resolusi 1080p lebih canggih ini juga akan tersedia di platform YouTube versi perangkat yang terfokus pada penggunaan di ruang keluarga, seperti Chromecast dan konsol gaming.
Pengguna Android mungkin perlu menunggu sedikit lebih lama sebab hingga saat ini belum tersedia informasi soal kehadirannya di platform versi mobile ini. Resolusi lebih tinggi ini juga telah ditemukan sejumlah penggemar Android pada bulan Juni lalu.
Sebelumnya, YouTube menggulirkan lebih banyak fitur untuk Short, guna mengimbangi kompetitornya, TikTok, termasuk sejumlah fitur yang mungkin akan dikenali oleh pengguna platform TikTok.
YouTube dilaporkan tengah bereksperimen dengan menambahkan preview dari video live untuk feed pengguna Shorts. Penonton dapat mengklik untuk menonton siaran dan kemudian bergulir melalui feed yang diisi oleh siaran langsung lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News