Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi para insinyur yang sering menghadapi tantangan latensi dan eksekusi perangkat lunak yang tidak dapat diprediksi pada sistem kontrol motor, otomasi industri, dan aplikasi keselamatan otomotif.
Kedua kelompok perangkat terbaru ini menggabungkan logika terprogram yang menyerupai Complex Programmable Logic Device (CPLD) dengan MCU dalam satu chip hemat daya.
Dengan integrasi ini, fungsi logika dapat diimplementasikan langsung pada perangkat keras khusus, bukan melalui perangkat lunak, yang secara signifikan menurunkan konsumsi daya dan meningkatkan throughput sistem.
"Pengembangan produk kami fokus pada penyelesaian tantangan desain nyata secara efisien," ujar Greg Robinson, Corporate VP MCU Business Unit Microchip. Beliau menekankan bahwa kehadiran fungsionalitas mirip CPLD pada MCU berbiaya rendah memberikan kemudahan bagi desainer untuk menambahkan logika terprogram tanpa meningkatkan kompleksitas sistem.
Kelompok PIC16F13276 dilengkapi dengan 32 elemen logika, sementara PIC18-Q35 menawarkan hingga 128 elemen logika. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan pengurangan bill of materials (BOM) dan penghematan ruang pada papan sirkuit karena menggantikan desain terpisah antara CPLD dan MCU. Selain itu, fitur Programming and Debugging Interface Disable (PDID) turut disematkan untuk memberikan perlindungan anti-tamper dari akses tidak sah.
Untuk mempercepat pengembangan, Microchip menyediakan alat konfigurasi CLB melalui antarmuka grafis drag-and-drop di Microsoft Visual Studio Code. Perangkat ini tersedia dengan harga kompetitif, mulai dari USD0,32 untuk PIC16F13276 dan USD0,62 untuk PIC18-Q35 dalam volume besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News