Leonid Radvinsky, pemilik OnlyFans, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Leonid Radvinsky, pemilik OnlyFans, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun setelah berjuang melawan kanker.

Bos OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal, Ini Jejak Bisnisnya

Cahyandaru Kuncorojati • 24 Maret 2026 11:36
Ringkasnya gini..
  • Bos OnlyFans Leonid Radvinsky meninggal di usia 43 tahun.
  • OnlyFans mengalami lonjakan signifikan, terutama saat pandemi Covid-19.
  • Jumlah pengguna OnlyFans melonjak dari sekitar 13 juta pada 2019 menjadi lebih dari 188 juta pada 2021.
Jakarta: Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari industri platform digital global. Leonid Radvinsky, pemilik OnlyFans, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun setelah berjuang melawan kanker.
 
Informasi ini disampaikan oleh juru bicara OnlyFans, yang menyebut Radvinsky “meninggal dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker.”
 
Radvinsky dikenal sebagai sosok di balik transformasi OnlyFans menjadi platform global. Ia mengakuisisi perusahaan tersebut pada 2018, dan sejak itu mengubahnya dari layanan langganan konten biasa menjadi platform besar berbasis kreator.

Dikutip dari berbagai sumber, di bawah kepemimpinannya, OnlyFans mengalami lonjakan signifikan, terutama saat pandemi Covid-19. Platform ini menjadi salah satu pilihan utama bagi kreator untuk memonetisasi konten secara langsung dari pengguna.
 
Bahkan, laporan menyebut Radvinsky sempat menghasilkan hingga USD1,9 juta per hari dari bisnis ini pada 2024.
 
Pertumbuhan OnlyFans berdampak langsung pada kekayaan Radvinsky. Ia masuk daftar miliarder pada 2021 dan terus meningkatkan nilai kekayaannya hingga mencapai sekitar USD4,7 miliar (sekitar Rp78 triliun) saat meninggal dunia.
 
Secara bisnis, OnlyFans juga mencatat performa tinggi. Pada 2024, platform ini menghasilkan pendapatan sekitar USD1,4 miliar (sekitar Rp23 triliun), dengan total transaksi pengguna mencapai USD7,2 miliar (sekitar Rp120 triliun).
 
Sebelum sukses dengan OnlyFans, Radvinsky telah terjun ke industri digital sejak usia muda. Ia memulai bisnisnya di akhir 1990-an dengan mengelola berbagai situs berbasis konten dewasa.
 
Namun, perjalanan awalnya tidak lepas dari kontroversi. Ia pernah menghadapi gugatan hukum dari perusahaan besar seperti Amazon dan Microsoft terkait praktik spam yang menggunakan nama perusahaan tersebut.
 
Meski demikian, bisnis di sektor konten digital tetap membawanya meraih keuntungan besar bahkan sebelum mengakuisisi OnlyFans.
 
Kesuksesan OnlyFans juga mencerminkan perubahan besar dalam industri digital, khususnya creator economy. Jumlah pengguna platform ini melonjak dari sekitar 13 juta pada 2019 menjadi lebih dari 188 juta pada 2021.
 
Fenomena ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan monetisasi konten langsung, di mana kreator bisa mendapatkan penghasilan tanpa perantara.
 
Platform ini juga sempat menjadi fenomena pop culture ketika sejumlah selebritas global ikut bergabung dan mempopulerkannya di media sosial dan industri hiburan.
 
Sebelum meninggal, Radvinsky dilaporkan tengah menjajaki kemungkinan penjualan OnlyFans dengan valuasi sekitar USD8 miliar (sekitar Rp134 triliun).
 
Kepergian Radvinsky menandai berakhirnya era kepemimpinan salah satu figur paling berpengaruh di industri platform kreator digital.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA