Di awal bulan Desember ini, hakim asal New Jersey bernama William Martini mengabulkan beberapa permintaan yang diajukan oleh Daniel Gatson, pelaku kejahatan pencurian yang ditangkap FBI tahun 2013 silam. Dalam permintaannya tersebut, ia ingin agar akun Instagramnya dihapus karena di dalamnya terdapat seorang polisi yang menyamar dan menambahkannya sebagai teman.
Penggunaan media sosial sebagai sumber informasi untuk menangkap pelaku kejahatan memang telah banyak dilakukan di Amerika Serikat. Pada tahun 2013 lalu, kepolisian kota New York berhasil menangkap sebuah pemasok senjata ilegal setelah melacak sebuah foto yang didapat dari Instagram.
Tidak hanya itu, seorang jaksa juga dilaporkan menggunakan tweet dari sebuah akun Twitter sebagai barang bukti pelaku kejahatan pembunuhan. Pesan dari sebuah akun Facebook juga pernah digunakan oleh kepolisian untuk menggrebek markas sebuah geng di kota New York.
Konten di media sosial terbagi menjadi dua, yaitu konten publik yang dapat dilihat oleh siapa saja, dan konten yang hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu, dan dalam hal ini adalah teman di media sosial. Untuk itulah polisi di Amerika Serikat seringkali membuat akun palsu dan berpura-pura menjadi teman di akun yang menjadi tersangka.
Pihak kepolisian mengatakan bahwa hal tersebut tak semudah yang dibayangkan karena mereka harus mampu membuat si tersangka percaya bahwa sang polisi tersebut adalah orang yang dapat dipercaya. Meskipun kadang usaha tersebut gagal, pihak kepolisian Amerika mengatakan bahwa mereka masih bisa mendapatkan beberapa informasi sebagai petunjuk dari sebuah kasus.
Posisi penggunaan media sosial sebagai alat investigasi memang masih samar di mata hukum. Meskipun demikian, beberapa hakim di AS mendukung digunakannya media sosial sebagai alat investigasi polisi. Hal tersebut dicerminkan dari pernyataan pengadilan kota New York yang mengatakan bahwa penggunaan akun palsu di media sosial oleh kepolisian untuk keperluan investigasi adalah legal. (The Verge)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News