Ilustrasi: Artemis
Ilustrasi: Artemis

Artemis Impact Luncurkan Aplikasi Manajemen Relawan

Lufthi Anggraeni • 08 Mei 2020 10:18
Jakarta: Artemis Impact mengumumkan Artemis 1.0, alat pengukuran dampak sosial. Artemis Impact adalah aplikasi yang diklaim memungkinkan organisasi (perusahaan atau sosial) untuk merekam kegiatan sukarela yang diinvestasikan untuk proyek apa pun.
 
Tujuannya adalah untuk dampak sosial dan menawarkan langkah pertama bagi organisasi dalam mengukur dampak yang mereka baik untuk kegiatan berbayar maupun sukarela.
 
COO Artemis Impact Simon Oberman mengatakan Artemis Impact sejatinya merupakan alat pengukuran dampak sosial untuk waktu kegiatan relawan, tetapi pihaknya merilis aplikasi versi sederhana dan gratis untuk secara khusus mendukung program Peduli Pangan Desa Kota dan kegiatan kerelawanan mereka.
 
Dalam peluncuran Artemis 1.0, Artemis Impact dan Peduli Pangan diklaim didukung oleh sejumlah organisasi seperti HARA Indonesia, Inovator 4.0 Indonesia, Algoritma Desa, Eidara Mata Data Presisi, Danendra Digital Teknologi & Padmanegara Digital Inovasi. 
 
“Kami yakin bahwa kita perlu bekerja sama untuk mengerahkan segala upaya dalam melawan pandemi Covid-19 serta konsekuensi sosial yang ditimbulkannya. Kami memutuskan untuk mempercepat perilisan Artemis 1.0 yang memungkinkan kami untuk mendukung kegiatan relawan Peduli Pangan,” kata Oberman.
 
Pandemi Covid-19 membuat pemerintah Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 dari sebesar 5,0-5,4 persen menjadi 4,2-4,6 persen.
 
Pemerintah juga mengumumkan kebijakan jaring pengaman sosial untuk masyarakat bawah dengan total anggaran sebesar Rp110 triliun rupiah dengan skema penyaluran bantuan per bulan mulai dari April 2020.
 
Peduli Pangan merupakan sebuah inisiatif gerakan relawan peduli yang berupaya memastikan agar masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan di tengah wabah Covid-19 bisa mendapatkan pasokan makanan dari para donatur dan relawan yang mengolah pasokan bahan pangan dari desa dengan kualitas dan harga yang terbaik.
 
Lewat gerakan tersebut, Artemis Impact diharapkan dapat mendukung distribusi bahan pangan pokok dari petani lokal yang kehilangan pembeli karena penutupan pasar sekaligus memastikan pasokan bahan makanan ke sejumlah rumah susun di wilayah Jabodetabek.
 
Simon menjelaskan bahwa tujuan utama dari Artemis Impact adalah mencatat upaya yang dilakukan setiap relawan dan dampak yang dapat mereka ciptakan bagi kelangsungan jutaan masyarakat di tengah periode yang sulit ini.

“Ratusan orang akan keluar dari rutinitas mereka sehari-hari guna membantu meringankan beban orang lain yang terdampak Covid-19, kami ingin sekali menghargai setiap upaya mereka tersebut,” katanya.
 
Aplikasi Artemis Impact sendiri dapat diunduh secara gratis oleh setiap organisasi sosial yang bekerjasama dengan relawan sejak Selasa, 5 Mei 2020 di Google Playstore.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA