Taiwan meresmikan Smart City Summit 2026, dorong kolaborasi tujuh kementerian untuk capai Net Zero 2050 dan pengembangan infrastruktur AI.
Taiwan meresmikan Smart City Summit 2026, dorong kolaborasi tujuh kementerian untuk capai Net Zero 2050 dan pengembangan infrastruktur AI.

Tujuh Kementerian Taiwan Dorong Net Zero 2050 dan Infrastruktur AI

Lufthi Anggraeni • 17 Maret 2026 17:04
Ringkasnya gini..
  • Taiwan meluncurkan SCSE 2026 dengan kolaborasi tujuh kementerian untuk mendorong target Net Zero 2050 dan pengembangan AI.
  • Pameran menampilkan inovasi di bidang energi hijau, transportasi pintar, AI, dan tata kelola lingkungan berbasis teknologi.
  • Taiwan menargetkan menjadi Smart Technology Island dengan nilai ekonomi besar dan ratusan ribu lapangan kerja baru.
Taipei: Ajang Smart City Summit & Expo (SCSE) 2026 dan Net Zero City Expo resmi dibuka, mengusung tema Digital and Green Transformation, dan menegaskan komitmen Taiwan dalam mendorong transformasi digital dan keberlanjutan sejalan dengan target Net Zero Emissions 2050 serta kebijakan industri New Ten AI Projects.
 
Pameran ini menghadirkan integrasi antara inovasi teknologi, peningkatan industri, dan tata kelola berkelanjutan sebagai langkah strategis menuju visi Taiwan sebagai Smart Nation dan masyarakat berbasis nol emisi karbon.
 
Salah satu sorotan utama dalam gelaran tahun ini adalah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tujuh kementerian setingkat kabinet, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ekonomi, Kementerian Transportasi dan Komunikasi, Kementerian Lingkungan, Kementerian Urusan Digital, Dewan Pembangunan Nasional, serta Dewan Sains dan Teknologi Nasional.

Kolaborasi ini juga melibatkan 13 pemerintah daerah, menghadirkan ekosistem terintegrasi dari perumusan kebijakan, riset dan pengembangan, hingga implementasi di lapangan. Pendekatan tersebut diproyeksikan sebagai model global dalam pengembangan kota pintar yang tangguh dan berkelanjutan.
 
Kementerian Dalam Negeri melalui Net Zero Vision Pavilion menampilkan konsep pembangunan wilayah tangguh dengan enam fokus utama, termasuk energi hijau, efisiensi bangunan, hingga ekonomi sirkular.
 
Pameran ini memperlihatkan sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendorong transformasi rendah karbon. Sementara itu, Kementerian Ekonomi menghadirkan paviliun bertema Economy Next dengan dua fokus utama, yakni AI dan net zero.
 
Di sektor energi, ditampilkan solusi konkret seperti sistem energi hijau dan rantai pasok rendah karbon. Di sisi lain, inovasi AI seperti komputasi kuantum, robotika, dan layanan berbasis perangkat lunak menunjukkan penguatan daya saing industri berbasis teknologi.
 
Kementerian Transportasi dan Komunikasi menampilkan konsep mobilitas pintar rendah karbon melalui pemanfaatan AI, digital twin, dan teknologi 5G yang mengintegrasikan sistem transportasi darat, laut, udara, dan rel.
 
Selain itu, sektor pariwisata juga mendapat sorotan melalui pengalaman digital berbasis AI, seperti pemandu wisata dengan terjemahan otomatis, pengalaman interaktif berbasis kecerdasan buatan, hingga simulasi perjalanan virtual yang memperkenalkan daya tarik wisata Taiwan.
 
Kementerian Lingkungan memperkenalkan penggunaan teknologi AI dalam pengawasan lingkungan, termasuk robot anjing, kapal tanpa awak, dan sistem pemantauan pintar. Inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengawasan sekaligus melindungi petugas lapangan.
 
Berbagai inisiatif seperti pengurangan limbah makanan, daur ulang, serta peta pendinginan kota juga diperkenalkan sebagai bagian dari integrasi konsep keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Melalui paviliun khusus, sektor industri digital menampilkan berbagai solusi berbasis AI, termasuk rekam medis berbasis suara, sistem tanggap bencana, pertanian pintar, hingga platform AI generatif. Inovasi ini mencerminkan integrasi antara transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.
 
Dewan Pembangunan Nasional turut menegaskan target jangka panjang dengan mendorong empat transformasi utama, yaitu energi, industri, kehidupan, dan masyarakat. Program ini ditargetkan menghasilkan nilai ekonomi hingga NTD15 triliun (Rp7.987,2 triliun) dan menciptakan 500.000 lapangan kerja pada 2040.
 
Dewan Sains dan Teknologi Nasional bersama Academia Sinica menampilkan berbagai inovasi berbasis riset, termasuk pemanfaatan data iklim, penginderaan satelit, serta komputasi kinerja tinggi untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
 
Selain itu, pengembangan energi bersih seperti hidrogen, panas bumi, energi laut, dan panel surya efisiensi tinggi menjadi fokus utama dalam mendukung target net zero Taiwan. Melalui integrasi lintas sektor, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan, Taiwan mempercepat langkah menuju target Net Zero 2050.
 
SCSE 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga mencerminkan arah strategis pembangunan industri masa depan. Dengan menggabungkan kecerdasan buatan, transisi energi, dan transformasi industri, Taiwan memperkuat posisinya sebagai Smart Technology Island sekaligus pelopor kota pintar berkelanjutan di tingkat global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA