Penerapan standar baru ini adalah bagian penting dari dukungan BDx terhadap tujuan Green Data Centre Roadmap Singapura. Di fasilitas BDx SIN1 yang berlokasi di Paya Lebar, perusahaan meluncurkan Program Peningkatan Suhu (TIP) yang dimulai pada tahun 2025. Melalui program ini, titik setel operasi telah dinaikkan secara aman.
Hasil dari inisiatif berbasis data ini positif. BDx berhasil mengurangi konsumsi energi pendinginan sebesar 7% sambil tetap mempertahankan ketersediaan sistem 100%.
Chief Executive Officer BDX Data Centers, Mayank Srivastava, menekankan bahwa peningkatan efisiensi energi di lingkungan tropis memerlukan pelaksanaan yang disiplin.
“Dengan menerapkan Standar Pusat Data Tropis Singapura dalam lingkungan operasional, kami telah membuktikan bahwa peningkatan efisiensi dapat dicapai tanpa mengorbankan keandalan. Hal ini merupakan langkah penting dalam membangun infrastruktur pusat data yang tangguh dan siap untuk masa depan di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya,” ujar Srivastava.
Untuk memastikan optimasi berkelanjutan, BDx juga telah menerapkan kemampuan digital twin yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan penyesuaian kinerja pendinginan secara real-time untuk meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan stabilitas termal pada suhu operasional yang lebih tinggi.
Selain itu, BDx bekerja sama dengan pelanggan untuk memanfaatkan Bantuan Efisiensi Energi Singapura (EEG), yang bertujuan mendukung adopsi peralatan IT hemat energi yang dipasang di pusat data komersial di Singapura.
BDx Data Centers sendiri merupakan penyedia solusi pusat data terkemuka, mengoperasikan 18 fasilitas berkapasitas 750 MW di Indonesia, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News