Ken Wong, EVP dan President Solutions and Services Group Lenovo, membuka acara dengan menyoroti peran strategis Hong Kong dalam pengembangan solusi AI global, termasuk teknologi di balik organisasi sepak bola dunia, FIFA.
Menurut Wong, dunia kini telah memasuki fase baru di mana AI mampu merasakan dan bertindak secara real-time, mengubah data menjadi tindakan nyata yang menghubungkan ranah digital dengan fisik.
"Tahun lalu kita katakan era ini baru muncul, namun tahun ini, era Hybrid AI telah beroperasi dan berakselerasi," ujar Wong. Ia menekankan bahwa Hybrid AI kini menjadi kebutuhan krusial bagi organisasi karena menawarkan pilihan fleksibel terkait model bahasa, kedaulatan data, dan infrastruktur yang dapat disesuaikan dengan keunikan setiap perusahaan.
Sebagai bukti nyata, Lenovo mengumumkan perannya sebagai mitra teknologi resmi untuk ajang World Cup tahun ini melalui integrasi solusi Hybrid AI di seluruh operasional pertandingan.
Senada dengan visi Lenovo, Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo-po, menekankan pentingnya strategi AI Plus untuk memperkuat perkembangan ekonomi dan sosial. Dalam pidatonya, Chan mengungkapkan bahwa anggaran terbaru yang diajukan pemerintah mencakup komitmen besar terhadap pembangunan industri AI guna mengumpulkan pakar dari akademisi dan bisnis.
Hong Kong memiliki keunggulan kompetitif, dengan tiga universitasnya masuk dalam jajaran 20 besar dunia untuk bidang AI dan sains data. Pemerintah fokus pada dua area utama: Teknologi Kesehatan untuk mempercepat penemuan obat, serta Kecerdasan Badan (Embodied AI) yang menggabungkan AI dengan robotika canggih.
Selain teknologi, kedua pembicara sepakat bahwa manusia tetap menjadi inti dari inovasi. Pemerintah Hong Kong tengah meluncurkan inisiatif pelatihan AI bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga tenaga kerja profesional, agar tetap kompetitif di tengah perubahan ekonomi yang cepat.
Di sisi lain, Lenovo terus mendukung ekosistem ini dengan berinvestasi pada lebih dari 300 startup teknologi, termasuk 10 startup lokal di Hong Kong yang fokus pada robotika dan linguistik. Penekanan pada AI yang bertanggung jawab juga menjadi poin utama, dan pengembangan teknologi harus mengedepankan transparansi, keadilan, dan perlindungan data pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News