Bukan puluhan atau ratusan, kecurangan ini juga ditemukan pada ribuan smartphone Android yang telah muncul dalam daftar berbagai aplikasi benchmark.
"Kami menemukan ponsel buatan Oneplus tampaknya mengincar aplikasi yang spesifik. Hipotesis kami adalah OnePlus merancang prosesor dalam smartphone untuk meningkatkan performa mereka cukup tinggi, hanya ketika aplikasi tersebut dijalankan," kata perwakilan XDA Developers yang dikutip dari Android Central.
Lebih spesifik, XDA Developers menyebutkan ponsel OnePlus 3T disetel untuk menghasilkan skor tinggi ketika menjalankan aplikasi Geekbench, AnTuTu, Androbench, Quadrant, Vellamo, dan GFXBench.
Nama-nama aplikasi tersebut memang sering dipakai oleh konsumen, terutama untuk AnTuTu yang hanya menguji performa secara umum.
Kecurangan tersebut ditemukan setelah XDA Developers dan Primate Labs menggunakan versi khusus Geekbench yang tidak akan mengaktifkan fitur yang meningkatkan performa ponsel secara ototmatis. Muncul perbedaan yang cukup besar antara skor benchmark yang sudah dirilis ke publik dan yang mereka uji.
Hasilnya, suhu ponsel meningkat cukup jauh. Selain OnePlus 3T, kecurangan ini juga muncul di Meizu Pro 6 Plus, yang tidak begitu populer di luar pasar Tiongkok.
Sebenarnya, kasus kecurangan ini bukanlah yang pertama. Samsung dan HTC juga pernah melakukan hal yang sama beberapa tahun lalu. Mungkin sebagian orang merasa bahwa skor benchmark tidak begitu penting, dan mereka lebih mengutamakan pengalaman penggunaan.
Namun pada umumnya, angka performa yang ditawarkan setiap smartphone sangat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli ponsel. Mereka mulai terbiasa untuk melihat aspek performa dan harga sebagai standar mereka dalam menentukan dana untuk membeli ponsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News