Ketika ditanya oleh The Verge, Brin berkata bahwa dia datang dalam kapasitas pribadi dan tidak akan memberikan komentar. Namun, Forbes berhasil mendapatkan komentar dari Brin, yang menyebutkan, "Saya di sini karena saya adalah seorang pengungsi."
Google cofounder Sergey Brin at SFO protest: "I'm here because I'm a refugee." (Photo from Matt Kang/Forbes) pic.twitter.com/GwhsSwDPLT
— Ryan Mac (@RMac18) January 29, 2017
Keluarga Brin pindah dari Uni Soviet ke Amerika Serikat pada 1979 untuk menghindari perburuan terhadap Yahudi. CEO Google, Sundar Pichai, juga seorang pendatang.
"Kami marah dan kecewa akan pengaruh dari peraturan ini," tulis Pichai dalam sebuah email untuk para pegawai Google. "Kami selalu mengemukakan pendapat kami tentang masalah imigrasi dengan terbuka, dan kami akan terus melakukan hal ini."
Banyak perusahaan teknologi, termasuk Google, yang menanggapi keputusan Trump pada hari Sabtu lalu. Reaksi perusahaan-perusahaan teknologi ini beragam, mulai dari tidak setuju hingga menentang secara terbuka. Protes terkeras datang dari CEO Netflix, Reed Hastings, yang menyebut peraturan ini "tidak Amerika."
Protes dan pertentangan akan peraturan baru itu terus muncul. Para perusahaan teknologi menunjukkan dukungan mereka pada orang-orang yang kesulitan untuk masuk ke AS dengan cara yang beragam, mulai dari dukungan hukum seperti yang dilakukan oleh Microsoft hingga menyediakan tempat tinggal gratis seperti yang dilakukan oleh Airbnb.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News