Lu, aristek dibalik strategi CEO Microsoft, Satya Nadella untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI) dan bot di Microsoft, akan menjabat secepatnya, kata Baidu dalam sebuah pernyataan via email. Setiap kepala unit bisnis Baidu akan melapor pada Lu, seorang ahli teknologi yang dihormati yang bertanggung jawab atas Office dan tim pencarian saat bekerja di Microsoft.
Menurut Bloomberg, Lu kini bertanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan Baidu dalam fase berikutnya. Perusahaan mesin pencarian terbesar Tiongkok, dan pendirinya, Robin Li, kini berusaha untuk mengembangkan teknologi pencarian dengan AI dan teknologi lain, karena para pesaing Baidu, seperti Alibaba, telah berusaha masuk ke bisnis iklan internet yang selama ini menjadi ranahnya.
"Saat tim manajemen Anda punya pemahaman lebih, itu adalah hal yang baik," kata Kirk Boodry, analis di New Street Research. "Hal ini akan memungkinkan Robin fokus pada jabatannya sebagai Chairman dan fokus pada teknologi dan strategi perusahaan untuk maju ke depan."
Baidu kini bersiap menghadapi tahun yang sulit. Tahun lalu, skandal terkait iklan medis membuat pemerintah Tiongkok memperketat peraturan tentang iklan online.
Li kini percaya AI akan menjadi kunci bagi perusahaan untuk meningkatkan keuntungan. Lu, yang memegang lebih dari 40 paten AS, bergabung dengan Baidu seiring dengan berubahnya fokus Baidu ke teknologi yang lebih canggih seperti AI dan mobil otonom. Baidu menganggap, AI akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan perusahaan di masa depan.
"Untuk mencapai tujuan kami, terutama di bidang AI, yang merupakan kunci fokus dalam 10 tahun ke depan, kami akan terus menarik talenta terbaik dunia," ujar Li dalam sebuah pernyataan resmi.
"Dengan bergabungnya Dr. Lu, kami yakin strategi kami akan berjalan sempurna dan Baidu akan menjadi perusahaan teknologi kelas dunia dan pemimpin di dunia AI."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News