Samsung mendukung perkembangan teknologi IoT dengan kehadiran kulkas berpanel canggih di seri Family Hub,
Samsung mendukung perkembangan teknologi IoT dengan kehadiran kulkas berpanel canggih di seri Family Hub,

Samsung Ingin Dorong Perkembangan IoT via Family Hub

Teknologi samsung
Lufthi Anggraeni • 26 Maret 2019 08:00
Singapura: Perkembangan teknologi ke arah perangkat terhubung atau IoT semakin sulit dielakan, termasuk berkat tingkat adopsi internet yang kian meningkat pesat, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia.
 
Perkembangan IoT ini turut berdampak pada perangkat yang umum ditemukan di rumah tangga, termasuk kulkas. Setelah televisi cerdas, Samsung juga merambah ke lemari pendingin atau kulkas dan membenamkan teknologi IoT pada perangkat ini.
 
“Saat ini, kulkas telah berubah dan lebih menjadi alat penghubung keluarga atau Family Hub. Kehadiran family hub ini memungkinkan anggota keluarga berbagi momen dengan cara yang personal,” ujar Head of Digital Appliances Southeast Asia & Oceania Daren Tay.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain fungsi kulkas pada umumnya dengan sejumlah peningkatan, Samsung turut menjadikan kulkas Family Hub ini sebagai pusat kendali dari ekosistem perangkat terhubung (IoT) yang dikembangkannya.
 
Telah tersedia di perangkat yang diluncurkan pada tahun sebelumnya, Samsung mengklaim Family Hub terbarunya lebih baik dari generasi sebelumnya. Family Hub pada kulkas ini didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), diklaim berkemampuan mempelajari dan menyesuaikan pengaturan dengan perilaku konsumen.
 
Selain itu, Family Hub menjadi kendali utama serta lokasi pusat komunikasi untuk seluruh perangkat cerdas merek Samsung, termasuk TV, mesin, cuci, sistem CCTV dan sebagainya. Family Hub juga berkemampuan untuk menampilkan aplikasi pihak ketiga di layar sentuhnya secara mulus dari ponsel Galaxy, tanpa perlu menjalankan aplikasi Smart View.
 
Pemilihan perangkat lemari pendingin sebagai lokasi pembenaman Family Hub disebut Digital Appliance Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Michael Adi Suhanto, atas dasar pertimbangan bahwa perangkat ini memiliki tingkat interaksi tinggi di antara anggota keluarga.
 
Melalui Family Hub ini, konsumen akan dapat menghubungkan peralatan rumah tangga berteknologi IoT ke kulkas konsumen dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya via perintah suara kepada Hub berkat dukungan Bixby.
 
Meskipun demikian, Samsung mengaku belum menemukan waktu yang tepat untuk memboyong kulkas dengan teknologi ini ke pasar Indonesia. Hingga saat ini, lanjut Michael, Samsung masih melakukan riset guna menentukan segmen konsumen yang sesuai dengan perangkat ini.
 
Ekosistem pendukung teknologi ini di Indonesia disebut Samsung belum siap secara penuh, sehingga fitur nantinya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Meskipun demikian, lemari pendingin dengan Family Hub sudah dipasarkan Samsung di Singapura.
 
Namun, Samsung akan memboyong jajaran lemari pendingin seri RS-5000 ke Indonesia. Seri RS-5000 akan hadir dengan dukungan fitur Space Max, memungkinkan ruang kompartemen kulkas ini diklaim tiga kali lebih luas jika dibandingkan dengan perangkat lain di kelasnya, serta fitur bertajuk Flex Zone ruang khusus dengan kemampuan menyesuaikan suhu dengan isi kompartemen.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif