Tik Tok Juga Kena Tegur Pemerintah Tiongkok
Aplikasi Tik Tok yang dikenal dengan nama Douyin di negara asalnya, Tiongkok. (CGTN)
Jakarta: Aplikasi Tik Tok kemarin diblokir di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kemarin. kontennya yang meresahkan karena berisi konten negatif juga melibatkan remaja dan anak-anak di bawah umur.

Namun, pemblokiran ini masih bersifat sementara hingga pihak penyedia layanan Tik Tok berkomunikasi dengan Kominfo untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aplikasi yang juga populer di negara asalnya ini juga ternyata juga sempat menerima teguran keras dari pemerintah Tiongkok.

Di Tiongkok, aplikasi ini juga ditegur dan akan mendapatkan perhatian ekstra dari tim pengawas siber Tiongkok karena tidak memiliki konfigurasi terhadap privasi penggunanya. Apalagi, pengguna Tik Tok di Tiongkok tidak berbeda dengan Indonesia yakni didominasi oleh remaja dan anak-anak di bawah umur.


Bulan lalu pemerintah Tiongkok menemukan banyak sekali konten yang diunggah oleh anak-anak di bawah umur, yakni usia sembilan tahun yang tanpa sadar telah membocorkan identitas serta informasi terkait privasi mereka.

Pemerintah Tiongkok menemukan ratusan video yang diunggah tersebut menampilkan seragam sekolah, nama asli, hingga menyebutkan nomor kontak mereka.

Para pengguna yang usianya sudah dikonfirmasi South China Morning Post ada yang sudah mengunggah hingga ratusan video di akunnya.

Pemerintah Tiongkok dianggap lalai terhadap layanan yang disediakan Tik Tok karena sebagian besar pengguna aplikasi tersebut setelah ditelusuri banyak yang melanggar batasan usia pengguna yang harusnya adalah 16 tahun atau lebih.

Aplikasi Tik Tok melanggar sendiri ketentuan yang mereka buat. Dalam terms of service atau peraturan yang dibuat, Tik Tok akan menghapus setiap akun yang ketahuan dimiliki oleh pengguna di bawah usia 16 tahun.

Selain itu Tik Tok tidak seperti media sosial lainnya yang menyediakan opsi untuk menghapus akun yang digunakan. Setiap pengguna harus terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada pihak Tik Tok untuk menghapus akun mereka.

Berdasarkan data dari SensorTower, aplikasi Tik Tok menjadi aplikasi nomor satu paling banyak diunduh via App Store di Tiongkok pada Q1 2018 dengan angka unduhan mencapai 45,8 juta kali, meninggalkan jauh aplikasi media sosial Tiongkok WeChat yang hanya diunduh 28,9 juta kali.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.