Ilustrasi: YouTube
Ilustrasi: YouTube

Cara YouTube Dukung Perlindungan Generasi Muda Indonesia di Dunia Digital

Mohamad Mamduh • 28 Maret 2026 12:08
Ringkasnya gini..
  • Google menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup dengan larangan menyeluruh, melainkan melalui ekosistem yang sehat.
  • Dalam konteks pendidikan, YouTube disebut sebagai ruang belajar terbuka terbesar di Indonesia.
  • Google menegaskan pentingnya partisipasi industri yang transparan dalam menciptakan kerangka kerja berbasis risiko.
Jakarta: Google bersama YouTube menegaskan komitmennya untuk mendukung perlindungan generasi muda Indonesia di ruang digital.
 
Melalui pendekatan berbasis risiko, perusahaan teknologi global ini menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Tunas (PP Tunas), yang menekankan mekanisme penilaian mandiri bagi pelaku industri.
 
Google menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup dengan larangan menyeluruh, melainkan melalui ekosistem yang sehat. YouTube telah menghadirkan berbagai fitur kontrol orang tua, seperti timer khusus untuk Shorts, teknologi verifikasi usia berbasis AI, serta penguncian waktu layar melalui Family Link.

Selain itu, fitur kesejahteraan digital seperti pengingat “Istirahat Sejenak”, notifikasi yang dimatikan setelah pukul 22.00, dan penghentian autoplay bagi pengguna di bawah 18 tahun menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan penggunaan teknologi.
 
Dalam konteks pendidikan, YouTube disebut sebagai ruang belajar terbuka terbesar di Indonesia. Survei menunjukkan 90 persen orang tua menilai platform ini mempermudah akses pembelajaran, sementara 96 persen guru telah mengintegrasikan konten YouTube ke dalam rencana pembelajaran formal.
 
Ekosistem Edukreator yang dikembangkan turut mendukung kurikulum digital, membuka peluang kerja baru, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
 
Google juga menggandeng mitra lokal untuk memperkuat literasi digital. Lebih dari 2.500 guru bimbingan konseling telah dilatih menghadapi tantangan seperti ketergantungan smartphone dan kesehatan mental remaja.
 
Selain itu, buku Panduan Kesejahteraan Digital yang disusun bersama PDSKJI, RSCM, dan Universitas Indonesia menjadi rujukan bagi keluarga. Program Youth Champions turut melibatkan anak muda sebagai advokat keamanan digital di kalangan sebaya.
 
Google menegaskan pentingnya partisipasi industri yang transparan dalam menciptakan kerangka kerja berbasis risiko. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, perusahaan optimistis PP Tunas dapat menjadi landasan kuat untuk melindungi anak-anak Indonesia sekaligus memastikan mereka tetap memiliki akses terhadap manfaat dunia digital.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA