Melalui pembaruan ini, pengiklan kini dapat menggunakan layanan dari empat mitra keamanan dan kesesuaian merek Meta, yaitu DoubleVerify, IAS, Scope3, dan Zefr. Dukungan tersebut memungkinkan pengiklan mengatur kategori konten tertentu yang ingin dihindari agar penempatan iklan tetap sesuai dengan identitas merek masing-masing.
Meta menjelaskan bahwa daftar blokir konten dirancang untuk membantu pengiklan menghindari penempatan iklan di samping konten yang dinilai kurang selaras dengan standar merek mereka. Pengiklan nantinya dapat bekerja langsung dengan mitra pihak ketiga untuk menentukan kategori konten spesifik yang ingin diblokir.
Kontrol baru tersebut juga dapat digunakan bersamaan dengan filter inventaris bawaan Meta yang sebelumnya sudah tersedia di platform mereka. Menurut Meta, pendekatan ini memberi pengiklan kontrol lebih personal terhadap lingkungan penayangan iklan.
Dalam dokumen tersebut, Meta menyebut lebih dari 99% konten yang muncul di samping iklan pada Feed dan Reels di Facebook, Instagram, serta Threads dinilai aman bagi merek. Penilaian tersebut dilakukan secara independen oleh mitra keamanan dan kesesuaian merek Meta.
Selain memperluas fitur keamanan iklan di Threads, Meta juga mengumumkan penambahan dua mitra baru dalam ekosistem keamanan dan kesesuaian merek mereka, yaitu Channel Factory dan Protected by Mediaocean.
Kedua perusahaan tersebut akan mulai tersedia bagi pengiklan dalam beberapa bulan mendatang untuk membantu proses verifikasi dan pengelolaan kesesuaian penempatan iklan. Meta menyatakan pembaruan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan transparansi dan kontrol lebih luas kepada pengiklan di seluruh platform miliknya.
Sejak iklan pertama kali hadir di Threads, Meta disebut telah menghadirkan filter inventaris pihak pertama dan memperluas dukungan verifikasi pihak ketiga dalam waktu kurang dari 9 bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News