Head of Google DeepMind, Demis Hassabis. (AFP PHOTO / JUNG Yeon-Je)
Head of Google DeepMind, Demis Hassabis. (AFP PHOTO / JUNG Yeon-Je)

Tak Murah, Google Investasi Triliunan Rupiah Demi Kecerdasan Buatan

Ellavie Ichlasa Amalia • 16 Oktober 2017 12:50
medcom.id: Google mengakuisisi startup kecerdasan buatan asal Inggris, DeepMind, pada 2014. Diperkirakan, harga akuisisi tersebut mencapai GBP400 juta (Rp7,2 triliun).
 
Salah satu pendiri DeepMind, Demis Hassabis menyebutkan bahwa startup buatannya bertujuan untuk "memecahkan kecerdasan dan menggunakannya untuk memecahkan semua masalah lain."
 
Sejak saat itu, DeepMind telah membuat sistem yang mengalahkan manusia dalam Go, salah satu permainan papan paling rumit dan kini berusaha untuk membuat kecerdasan buatan yang bisa mengalahkan manusia dalam berbagai game kompleks. Mereka juga tengah mengembangkan AI yang bisa melewati ruang 3D layaknya manusia. 

Menurut Quartz, para peneliti DeepMind juga melatih AI menggunakan data medis di Inggris, dengan tujuan untuk menyadari penyakit lebih cepat. Selain itu, mereka juga mulai membawa timnya ke Amerika Serikat demi menemukan cara mengintegrasikan produk mereka dengan produk Google. 
 
Namun, untuk mencapai semua ini, Google telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Tahun lalu, DeepMind merugi GBP123.5 juta (Rp2,2 triliun), menurut data yang diberikan pada pemerintah Inggris. Perusahaan itu mendapatkan GBP40.2 juta (Rp720 miliar) tahun lalu. Pendapatan itu berasal dari kerja sama dengan divisi lain dari perusahaan induk Alphabet dan bukannya bekerja untuk pihak lain. 
 
Sementara itu, DeepMind memiliki "ongkos biaya layanan", yang meliputi ongkos markas dan biaya perawatan sistem komputer, sebesar GBP41.1 juta (Rp736 miliar). Pengeluaran terbesar DeepMind, senilai GBP104.7 juta (Rp1,9 triliun), adalah biaya untuk "staf dan ongkos terkait lain", termasuk biaya gaji karyawan, ongkos untuk berpergian, hardware dan software kantor juga kompensasi berdasarkan saham. 
 
Biaya pengacara DeepMind juga meroket pada 2016. Tahun lalu, mereka membayar GBP658,144 (Rp11,8 miliar) untuk pengaara. Sebagai perbandingan, pada 2015, mereka hanya mengeluarkan GBP144,881 (Rp2,6 miliar).
 
Kemungkinan, alasannya adalah karena mereka ditemukan menyimpan informasi kesehatan nasional Inggris secara ilegal. Meskipun begitu, DeepMind tidak kena denda atas hal ini. Memang, jika dibandingkan dengan kerugian yang dialami oleh Other Bets, yaitu USD3.77 miliar (Rp50,8 triliun), kerugian DeepMind terbilang kecil. 
 
CEO Google, Sundar Pichai telah berkali-kali menyebutkan bahwa kesuksesan perusahaan di masa depan akan bergantung pada AI. Namun, masih belum diketahui berapa lama para investor akan diam mengenai kerugian yang dialami oleh divisi "Other Bets" dari Alphabet. Other Bets berisi penelitian yang dilakukan oleh perusahaan non-Google terkait kesahatan, robotik, jaringan dan AI. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA