TikTok mengumumkan sejumlah peningkatan di paltformnya, termasuk kemampuan unggah 1080p.
TikTok mengumumkan sejumlah peningkatan di paltformnya, termasuk kemampuan unggah 1080p.

Pengguna TikTok Bisa Upload Konten Full HD

Lufthi Anggraeni • 17 Desember 2021 11:11
Jakarta: TikTok mengumumkan rangkaian perubahan yang akan tersedia di aplikasi versi mobile karyanya, termasuk peningkatan soal resolusi konten serta efek baru dan peningkatan performa lainnya.
 
Mengutip GSM Arena, salah satu perubahan yang akan digulirkan TikTok di beberapa negara yaitu opsi untuk mengunggah konten dalam resolusi 1080p. Saat mengunggah video, memilih opsi More dan menggeser tuas ke arah Upload HD akan mengaktifkan kemampuan unggah pada resolusi 1080p.
 
TikTok kini juga memungkinkan pengguna memanfaatkan efek Green Screen di atas GIF. Pengguna dapat memilih GIF melalui perpustakaan mitra TikTok Giphy, dan kemudian melapisi video di atas GIF menggunakan efek Green Screen.

Selain itu, fitur Visual Enhancement baru meningkatkan kualitas gambar video dengan satu tap. Fitur ini dapat melakukan perubahan dasar termasuk kompensasi exposure, koreksi warna dan peningkatan gambar dalam kondisi cahaya redup atau low-light pada video yang direkam langsung atau diunggah dari galeri.
 
Voice Effect menggunakan sintesis audio dan memungkinkan audio apapun di video untuk disuguhkan seperti suara hewan atau instrumen musik. Untuk mengakses fitur ini, pengguna perlu mengetuk tombol Voice Effect di panel kanan halaman Editing.
 
Sebelumnya, TikTok mengumumkan sekitar 430 lagu melampaui satu miliar penayangan video di platform miliknya pada tahun 2021 ini. Angka tersebut tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, seperti yang diungkap 2021’s Year on TikTok Music Report.
 
Beberapa dari lagu terpopuler pada laporan ini mengumpulkan sekitar atau di atas 20 miliar penayangan dalam video yang menggunakannya sebagai soundtrack. Rekap tahunan TikTok ini termasuk sejumlah angka terkait performa lagu tersebut saat tidak digunakan pada video di platformnya.
 
Sementara itu, Induk perusahaan TikTok, ByteDance, mengubah struktur organisasinya menjadi enam entitas bisnis. Keputusan ini diambil setelah CFO Shou Zi Chew mengundurkan diri dari jabatannya, dengan alasan ingin sepenuhnya fokus pada peran sebagai CEO TikTok mulai bulan Desember 2021.
 
Enam unit bisnis ini termasuk TikTok, Douyin yaitu versi Tiongkok dari TikTok, studio penerbitan video game Nuverse, alat kolaborasi kerja Lark, divisi layanan bisnis BytePlus dan aplikasi pendidikan Dali Education.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA