Namun, di bawah merek ini, Anda juga akan menemukan beberapa produk gaming, seperti mouse atau keyboard. Selama ini, perangkat gaming dari Leapfrog muncul di bawah satu nama: Armaggeddon. Meskipun begitu, Wanda menyebutkan, dia tidak khawatir Alcatroz akan "mengkanibal" pangsa pasar Armaggeddon.
"Alcatroz dan Armaggeddon memiliki target pasar yang berbeda," kata Wanda saat ditemui di Sheraton Kuta, Jumat (15/7/2016). "Armaggeddon lebih ditujukan untuk para gamer profesional, sementara Alcatroz lebih ke masyarakat luas."
Lebih lanjut Wanda menjelaskan, produk Alcatroz juga memiliki spesifikasi yang berbeda dari produk Armaggeddon. Karena itulah, Wanda percaya kedua merek ini akan dapat berkembang berdampingan.

Begitu besarnya kah pasar perangkat gaming sehingga Leapfrog menyediakan dua merek untuk menaungi perangkat gaming?
Wanda menjelaskan, jika Anda hanya menghitung orang-orang yang bermain di PC atau konsol, maka industri perangkat gaming akan terasa sangat kecil. Namun, faktanya, sekarang ini, semakin banyak orang yang juga menjadi gamer kasual atau memainkan game mobile. Hal ini menjadikan gaming sebagai industri yang sangat besar.
Sekadar informasi tambahan, bulan Juni lalu, Tencent Holdings, sebuah perusahaan internet asal Tiongkok, rela mengeluarkan uang USD8.6 miliar (Rp114,3 triliun) untuk membeli sebagian besar saham dari Supercell Oy, kreator Clash of Clans. Hal ini menunjukkan besarnya potensi industri gaming mobile di masa depan.
Menurut Wanda, biasanya, aksesori yang dicari oleh gamer mobile adalah earphone/headphone. Dia mengatakan, apa yang dicari dari sebuah earphone/headphone oleh gamer biasanya berbeda dengan karakteristik yang disukai masyarakat non-gamer.
Saat ini, Leapfrog juga tampaknya mulai tertarik dengan industri VR. Dalam acara kali ini, mereka juga sempat memamerkan sebuah headset VR mobile yang disebut Dassault Mirage.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News