Kabar yang beredar menyebut bahwa dua asosiasi ritel gadget besar di India yang mewakili ratusan ribu gerai bakal memboikot penjualan hape OnePlus per tanggal 1 Mei 2024. Mereka menyebut alasannya karena OnePlus merek satu ini dianggap ‘red flag’ atau bermasalah.
Dikutip dari situs South China Morning Post, OnePlus dianggap tidak responsif atas permintaan atau ketersediaan produk di pasar India, margin keuntungan yang kelewat tipis bagi ritel atau penjual, serta klaim garansi dan perbaikan yang buruk.
Dalam sebuah surat yang dibuat asosiasi bernama South India Organised Retailers Association (ORA) disebut bahwa mereka akan berhenti menjual produk OnePlus per tanggal 1 Mei 2024. Mereka menyebut bahwa hanya sedikit janji OnePlus yang dipenuhi dan progresnya sangat lambat.
“Selama beberapa tahun, kami telah menghadapi banyak tantangan ketika harus memasarkan produk OnePlus, dan hingga saat ini belum mendapatkan penyelesaiannya,” tutur Sridhar TS, President dari ORA, dikutip dari India Today.
“Kami sebagai mitra sangat berharap OnePlus memberikan solusi sayangnya kami tidak juga mendapatkan solusi alternatif sehingga memutuskan untuk tidak lagi menjual produk mereka di toko kami,” lanjutnya.
Media lokal India, India Today, melaporkan bahwa juru bicara OnePlus India menyatakan sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah yang ada sebagai bentuk komitmen kemitraan dan bisnis jangka panjang di negara tersebut.
India sendiri dilaporkan memiliki pasar hape atau smartphone yang bertumbuh 33 persen dari tahun ke tahun pada 2023. Pencapaian ini kontribusi dari kombinasi perangkat di segmen terjangkau dan premium, menurut riset firma Counterpoint.
OnePlus merupakan anak perusahaan dari BBK Electronics sehingga di negara asalnya, Tiongkok, masih bersaudara dengan Oppo dan realme. OnePlus didirikan oleh Carl Pei yang di tahun 2020 angkat kaki dan mendirikan perusahaan lain bernama Nothing.
Pada era smartphone 3G di Indonesia, OnePlus sempat eksis di Indonesia kemudian memilih mundur ketika era 4G dimulai dengan kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri. OnePlus sempat dikabarkan bakal kembali ke Indonesia setelah bersuara di media sosial namun tidak pernah terwujud hingga saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News