Marketing Communications Manager, IGS, Noviyanti dan Director Integra Global Solusi, Adi Gunawan.
Marketing Communications Manager, IGS, Noviyanti dan Director Integra Global Solusi, Adi Gunawan.

NAS Synology Bantu Anda Hadapi Ransomware

Teknologi synology cyber security integra global solusi
M Studio • 20 November 2017 13:55
medcom.id,Jakarta: Masih ingatkah Anda dengan serangan siber ransomwareWannaCry yang menyerang dunia beberapa bulan lalu?
 
Ransomware adalah sebuah malware yang akan mengunci data pengguna dengan mengenkripsinya, sehingga data tidak bisa diakses. Jika korban ingin datanya dipulihkan, maka mereka harus membayar para penyerang untuk mendapatkan kunci enkripsi.
 
Satu hal yang harus diingat, tidak ada jaminan bahwa bahkan setelah membayar sekalipun, penyerang akan membuka enkripsi data korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, korban serangan ransomware biasanya disarankan untuk tidak membayar uang tebusan, meski uang tebusan itu tidak terlalu mahal. Ketika ransomware WannaCry mewabah, salah satu hal yang disarankan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara adalah melakukan backup data.
 
Sayangnya, seperti yang disebutkan oleh Director Integra Global Solusi, Adi Gunawan, masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk melakukan backup data dari komputernya. Itulah alasannya mengapa Synology, produsen NAS (Network Attached Storage) berusaha memudahkan proses backup data.
 
"Synology menyediakan aplikasi Cloud Station Backup. Setelah aplikasi ini dipasang di komputer, Anda bisa menentukan folder mana saja yang akan di backup secara otomatis," kata Adi dalam acara “Backup Solution Day” di Ayana Midplaza, Kamis (16/11/2017). Dia menjelaskan, ada dua opsi metode backup yang ditawarkan oleh NAS.
 
NAS Synology Bantu Anda Hadapi Ransomware
 
"Pertama, berdasarkan jadwal," kata Adi. "Melalui metode ini, pengguna sendiri yang menentukan kapan backup akan dilakukan. "Bisa setiap hari atau setiap minggu, data secara otomatis akan dikirim ke NAS."
 
Metode kedua, jelasnya lebih lanjut, adalah ketika file berubah. NAS Synology bisa mengenali ketika terjadi perubahan dalam file. Dan ketika ada file yang berubah dalam folder yang di backup, maka file tersebut akan secara otomatis disinkronkan dengan NAS.
 
"Dengan begitu, pengguna hanya repot 1 kali di awal. Setelah mengatur setingan sistem backup, maka Anda tidak perlu lagi rajin melakukan backup, selama komputer terhubung ke jaringan, maka program yang ada akan secara otomatis bekerja untuk membackup data Anda," katanya.
 
Selain itu, Synology juga melengkapi NAS-nya dengan beberapa fitur lain seperti Hyper Backup, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan backup data ke lokal atau perangkat NAS itu sendiri, ke jaringan atau ke dalam akun cloud. NAS Synology juga dilengkapi dengan fitur USB Copy 2.0 sehingga pengguna bisa menyimpan data dari NAS ke USB.
 
"Masih ada beberapa orang yang mau menyimpan data di perangkat yang removable. Agar bisa dibawa," kata Adi. "Kalau di tempat penyimpanan data terjadi bencana, file backup yang ada di lokasi lain akan aman."
 
Lalu, bagaimana jika pengguna sudah terlanjur terkena serangan ransomware? Adi menjelaskan, maka sebaiknya pengguna membersihkan komputer/server terlebih dulu sebelum melakukan pemulihan data menggunakan fitur yang ada di NAS Synology.
 
NAS Synology sendiri berbasis Linux sehingga aman dari serangan ransomware yang biasa menyerang Windows.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif