Mozilla Tawarkan VPN
Mozilla akan mulai tawarkan layanan VPN.
Jakarta: Mozilla mencoba untuk menawarkan layanan VPN (Virtual Private Network) dengan harga USD10 (Rp151 ribu) per bulan. Pembuat Firefox ini tampaknya mencoba untuk mencari sumber pendanaan lain agar mereka tidak terlalu tergantung pada Google. 

Selama ini, Mozilla mendapatkan uang dari perjanjian iklan dari pencarian Google. Mereka dibayar ketika mereka mengirimkan hasil pencarian pengguna Firefox ke Google.

Google kemudian akan menampilkan iklan pada hasil pencarian dan Mozilla akan mendapatkan sebagian uang dari iklan tersebut. Sekarang, Mozilla mencoba untuk menawarkan layanan VPN bagi orang-orang yang rela untuk membayar ekstra untuk mendapatkan privasi ketika mereka menjelajah internet.


Dengan VPN, trafik internet mereka akan dienkripsi sehingga penyedia layanan internet dan perusahaan lain tidak bisa memata-matai kegiatan online mereka. Mozilla akan menguji fitur ini ke pengguna Firefox di Amerika Serikat mulai besok. 

"Dengan eksperimen VPN ini... Kami mencoba mencari pendapatan ekstra yang sesuai dengan misi kami," kata Chris More, Product Leader for Growth and Services, Firefox, lapor CNET

Selama ini, para warganet tampaknya tidak peduli dengan privasi data mereka ketika sedang menggunakan internet. Mozilla mencoba untuk menawarkan VPN ketika isu tentang privasi data memang sedang ramai dibicarakan.

Skandal Cambridge Analytica dari Facebook menunjukkan berapa banyak informasi yang kita berikan dengan suka rela pada perusahaan. Sementara Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) dari Eropa juga memengaruhi perusahaan di luar Eropa. 

Untuk memberikan layanan VPN, Mozilla bekerja sama dengan ProtonVPN dari Swiss, yang nantinya akan mendapatkan sebagian dari pendapatan total.

Orang-orang yang menggunakan layanan VPN dari Mozilla ini akan bisa menggunakan VPN itu pada Windows, MacOS, LInux, iOS, dan Android. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.