TUV Rheinland Ikut Dukung Industri 4.0 di Indonesia

Lufthi Anggraeni 02 November 2018 19:52 WIB
corporate
TUV Rheinland Ikut Dukung Industri 4.0 di Indonesia
TUV Rheinland AG mengumumkan kesiapannya untuk mendukung revolusi Industri 4.0 di Indonesia.
Jakarta: TUV Rheinland AG mengumumkan kesiapannya untuk mendukung transformasi digital dan industri di Indonesia, terkait dengan revolusi Industri 4.0. Meskipun demikian, Indonesia disebut masih dalam tahap awal, sebab pemerintah baru saja merilis inisiatif untuk industri 4.0.

Disinggung soal kesiapan Indonesia dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 ini, Chairman of Excecutive Board of Management TUV Rheinland AG Dr. Ing Michael Fuebi menyebut bahwa Indonesia sedikit terlambat dalam bertransformasi ke ranah digital, meski memiliki potensi yang cukup besar.

"Industri 4.0 tidak sebatas transformasi digital di dalam ruang lingkup perusahaan, tapi juga di luar perusahaan. Sebab revolusi ini juga terkait dengan komunikasi antara perusahaan dan pemasok, serta stakeholder lain, sehingga dukungan berbagai hal, termasuk infrastruktur menjadi hal yang penting," ujar Fuebi.


Namun saat ini, proses revolusi Industri 4.0 dinilai Fuebi menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah standar dan regulasi pengatur layanan, komunikasi dan perangkat terkait yang masih berbeda-beda.

Sehingga dunia dinilainya harus melakukan harmonisasi standar untuk mempermudah komunikasi antar pelaku dan perangkat terkait.

Selain itu, revolusi industri 4.0 identik dengan keterhubungan antara mesin dan mesin melalui jaringan.

Hal ini turut menghadirkan tantangan dalam hal keamanan siber, dengan potensi gangguan besar. Karenanya, lanjut Fuebi, perusahaan perlu lebih memperhatikan menyoal keamanan siber guna melindungi data yang mungkin akan diedarkan di masa mendatang.

Fuebi menyebut, jika biaya pengadaan alat dan tim keamanan siber menjadi hambatan bagi perusahaan dalam memperkuat upayanya untuk melindungi dari serangan siber, perusahaan dapat menggandeng perusahaan pihak ketiga untuk membantu melakukan identifikasi dan deteksi keamanan secara kontinyu.

Sementara itu, disinggung menyoal industri di Indonesia yang dinilai lebih siap dalam melakukan revolusi Industri 4.0, Fuebi menyebut saat ini belum dapat memastikan industri tersebut, sebab saat ini semua industri belum mengimplementasikan perubahan ke arah revolusi ini secara nyata dan masih dalam tahap uji coba.

Meskipun demikian, Fuebi menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam menjalani revolusi Industri 4.0, mengingat saat ini didominasi oleh generasi muda yang akrab dengan ranah digital, atau disebut dengan istilah digital native.

Dominasi ini dinilai Fuebi meringankan tantangan beralih ke Industri 4.0, dibandingkan dengan negara maju dengan dominasi penduduk usia tua.

Guna mendukung Indonesia ke arah Industri 4.0, TUV Rheinland menawarkan layanan konsultasi bagi perusahaan untuk mengindentifikasikan diri dan meramu strategi digital yang sesuai, serta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda potensial di Indonesia.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.