Ilustrasi.
Ilustrasi.

India Ingin Produsen Smartphone Pasang Aplikasi Covid-19

Teknologi teknologi india Virus Korona aplikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 30 April 2020 16:39
Jakarta: India termasuk negara di dunia yang ikut mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi atau menelusuri penyebaran Covid-19 atau virus Korona. Namun, mereka mau aplikasi ini wajib digunakan semua warga negaranya, bukan sekadar imbauan.
 
Dilaporkan bahwa Kementerian Teknologi Informasi dan Elektronik India, sudah bernegosiasi dengan produsen smartphone yang dipasarkan di India. Pemerintah India ingin semua smartphone yang dijual langsung ditanamkan aplikasi deteksi penyebaran Covid-19 sebagai aplikasi bawaan.
 
Dikutip dari The Next Web, pemerintah India sudah berbicara dengan vendor seperti Apple, Samsung, Xiaomi, Foxconn, dan Wistron. Pemerintah sendiri menyadari bahwa kebijakan lockdown saat ini membuat sebagian pabrik produksi smartphone ikut terhenti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Aplikasi FightCovid.id untuk Percepatan Penanganan Covid-19
 
Melihat kebijakan ini direncanakan berakhir pada tanggal 3 Mei 2020 karena tuntuan para produsen maka pemerintah India mengajukan permintaan terkait pemasangan aplikasi pendeteksi penyebaran Covid-19. Laporan terbaru menyebutkan aplikasi tersebut sudah diunduh sebanyak 80 juta kali.
 
Beberapa waktu lalu Perdana Menteri India, Narendra Modi juga membuat imbauan di akun media sosial pribadinya. Dia meminta semua warga India mengunduh aplikasi ini. Pemerintah India juga sudah menyiapkan kebijakan agar pegawai pemerintah wajib menggunakan aplikasi ini.
 
Sejauh ini belum ada jawaban dari pihak produsen smartphone terkait respon mereka atas permintaan pemerintah India. Apabila mengingat India sebagai pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, wajar apabila pemerintah India mengambil inisiatif ini.
 
Sama seperti beberapa negara yang menerapkan teknologi dan aplikasi serupa ada pro kontra mengenai penggunaan aplikasi ini. Mereka yang kontra menyatakan bahwa aplikasi ini terancam disalah gunakan oleh pemerintah untuk memata-matai privasi warga negaranya.
 
Baca: Aplikasi Pencegahan Covid-19 PeduliLindungi Sudah Bisa Diunduh
 
Semua pemerintah di berbagai negara yang menerapkan teknologi dan aplikasi ini sejak awal sudah menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan aplikasi hanya diakses saat pengguna terpapar Covid-19. Data ini juga akan selalu otomatis terhapus dalam durasi beberapa minggu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif