Ilustrasi: Dok. Pexels.com
Ilustrasi: Dok. Pexels.com

Aplikasi FightCovid.id untuk Percepatan Penanganan Covid-19

Teknologi teknologi Virus Korona aplikasi
Siti Yona Hukmana • 25 April 2020 11:20
Jakarta : Masyarakat Indonesia diminta menginstal aplikasi FightCovid.id. Aplikasi itu bisa melacak keberadaan orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) virus korona (Covid-19).
 
"Download aplikasinya, sebarkan ke teman-teman dan kita bisa melacak keberadaan kalian semua agar Covid-19 jangan sampai menyebar," kata inisiator aplikasi FightCovid.id, Ahmad AlGhozi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat, 24 April 2020.
 
Pada aplikasi itu, masyarakat bisa melihat jumlah keseluruhan pasien positif terjangkit virus korona, pasien sembuh, dan pasien meninggal dunia. Aplikasi itu jugamenyediakan informasi terkait rumah sakit rujukan di tiap-tiap daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, masyarakat juga disuguhi artikel tentang virus korona mulai dari gejalanya hingga penyebarannya. Kemudian, pencegahan dan tindakan yang dilakukan apabila terkena Covid-19.
 
Masyarakat juga bisa melakukan diagnosis mandiri apabila merasakan gejala yang menyerupai gejala Covid-19. Kemudian, melihat jumlah kasus secara global dalam bentuk kurva, sehingga dapat mengetahui peningkatan atau penurunan kasus Covid-19 di dunia.
 
Setelah penginstalan, masyarakat diminta mengisi formulir secara online yang tertera dalam aplikasi. Kemudian langsung bisa melakukan login. Data masyarakat dipastikan aman, sebab yang digunakan hanya alamat bukan nomor telepon.
 
"Ini sangatberguna untuk masyarakat semua, umumnya itu untuk nasional. Semoga kita bisa jadi percontohan yang baik karena jangan sampai Covid-19 terus menyebar, kita ingin masa pemulihan," ujar anak muda asal Bangka Belitung itu.
 
Ghozi berharap semua masyarakat bisa disiplin berada di rumah, agar tidak tertular atau menularkan penyakit. Kemudian dia juga mengimbau masyarakat untuk rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.
 
"Pakai masker itu perlu biar tidak menularkan dan tidak tertular juga, karena kan penularan dari tiga itu, yaitu dari mata, hidung, dan mulut," katanya.
 
Staf Khusus Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Saparudin mengatakan aplikasi FightCovid.id muncul mulanya karena Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat membutuhkan alat untuk percepatan penanganan virus korona dengan melacak setiap orang yang masuk ke Bangka Belitung, baik dari bandara maupun pelabuhan. Konsep yang digaungkan yakni tracking, test,dan treatment (3T).
 
"Kemudian datang Ghozi mempresentasikan aplikasinya kepada kami, Pak Gubernur (Erzaldi Rosman) langsung setuju dan meminta untuk mempersiapkan aplikasi itu," ujar Saparudin.
Saparudin menyebut, masyarakat yang sudah meginstal aplikasi ini khususnya ODP dan OTG akan diberi gelang penanda. Gelang itu bisa melacak dengan cepat dimanapun mereka berada.
 
"Kalau mereka menjangkiti mungkin mereka bawa dari luar virusnya merekacarrier, kami berharap mereka tetap ada di rumah selama 14 hari," kata Saparudin.
 
Saparudin meminta masyarakat disiplin menerapkan anjuran menjaga jarak atau physical distancing. Kemudian, dia meminta masyarakat untuk menunda mudik pada lebaran 2020 ini.
"Nanti setelah virus ini selesai kita pulang ke kampung halaman," ujar dia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif