Mereka secara resmi mengumumkan pembatalan akuisisi senilai USD2 miliar, atau sekitar Rp26 triliun. Kabar ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat LeEco sendiri sedang dilanda masalah finansial. Penyebabnya, LeEco merupakan perusahaan yang tidak terfokus pada satu pengembangan produk.
Mereka memproduksi ponsel, sepeda pintar, sampai mobil. Bahkan, mereka juga merupakan salah satu penyedia layanan internet. Seandainya akuisisi Vizio berhasil, mereka memiliki pijakan yang cukup kuat di pasar AS untuk produk televisi.
Dikutip dari Engadget, tidak disebutkan secara pasti penyebab pembatalan akuisisi itu. Beberapa pihak menyebutkan LeEco terbentur dengan regulasi dari pemerintah Tiongkok, ada juga yang menyebutkan bahwa kegagalan ini sepenuhnya disebabkan oleh kurangnya dana.
Batalnya akuisisi tersebut bukan berarti LeEco akan putus hubungan dengan Vizio. Tidak berada di payung yang sama, Vizio memberikan kesempatan untuk menanamkan aplikasi atau software buatan LeEco pada jajaran produk televisi mereka. Sebagai timbal balik, melalui LeEco, Vizio mendapatkan pintu yang terbuka lebar demi masuk ke pasar televisi Tiongkok.
LeEco selama ini juga dikenal sebagai produsen smartphone yang terjun ke dalam segmen premium. Pada bulan Januari lalu, mereka mendapatkan suntikan dana dari Sunac China Holdings, yang membuka kesempatan untuk riset berbagai perangkat pintar, termasuk perangkat IoT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News