OnePlus menghadirkan toko di luar angkasa melalui video virtual reality.
OnePlus menghadirkan toko di luar angkasa melalui video virtual reality.

OnePlus Hadirkan Toko Luar Angkasa via VR

Lufthi Anggraeni • 12 Juli 2016 11:34
medcom.id: OnePlus menyuguhkankan pengalaman Virtual Reality (VR) dengan menghadirkan stasiun luar angkasa virtual sebagai tempat konsumen memperlajari fitur terbaru ponsel unggulannya.
 
Sementara itu, dalam enam jam, tingkat konversi berkembang menjadi 30 persen. Persentase ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan era video YouTube yang mencapai jutaan, namun inisiasi ini dapat menyediakan bocoran singkat terkait cara belanja virtual di masa depan.
 
Untuk dapat menikmati pengalaman tersebut, pengguna akan diminta untuk mengenakan headset, dan kemudian akan disuguhkan gambaran kantor OnePlus di Tiongkok. Namun, saat pengguna memasuki kantor, mereka mendapatkan catatan yang menyebut perusahaan telah berpindah lokasi. Kemudian elevator akan membawa mereka ke stasiun luar angkasa, seperti yang dilaporkan Adweek.

Pada stasiun luar angkasa tersebut, terdapat empat ruangan, masing-masingnya mewakili satu karakteristik dari ponsel unggulan OnePlus. Sebagai contoh, satu ruangan menggambarkan fitur pengisian daya cepat yang dimiliki ponsel, yang diklaim mampu mengisi daya untuk bertahan selama satu hari dalam waktu setengah jam. Sementara itu, ruang lain terfokus pada kamera, dan fitur lain pada desain.
 
Dengan menggandeng DigitasLBi Nordic, kehadiran toko virtual di luar angkasa ini merupakan upaya terbesar OnePlus di bidang VR. Sementara itu, DigitasLBi Nordic bukanlah pemain baru di ranah VR. Perusahaan ini pernah bekerja sama di sejumlah proyek dengan sejumlah merek kenamaan lain, termasuk Audi dan Volvo.
 
Menurut direktur kreatif Nordics, Rasmus Frandsen, ide untuk film OnePlus ini terinspirasi dari Space Odyssey 2010. Seniman grafis asal Belanda, M.C. Esher, juga secara matematis menginsipirasi gambar yang sering kali mempertanyakan perspektif geometris gambar. Menurut teori Esher, atas tidak selalu di atas dan bawah tidak selalu di bawah, sama halnya dengan ruang utama kantor luar angkasa OnePlus.
 
Berbeda dari komersial VR pertama merek lain, video ini diciptakan menggunakan CGI, bukan penggabungan hasil foto secara 360 derajat. Tim produksi memindai sekitar 150 orang, perpaduan antara pegawai dan rekan mereka. Satu hari setelah peluncuran, OnePlus mendirikan toko dadakan di tujuh pasar di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan India, untuk dapat merasakan pengalaman virtual ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA