Teknologi pengisian daya baterai MagSafe karya Apple akan tersedia di ponsel bersistem operasi Android.
Teknologi pengisian daya baterai MagSafe karya Apple akan tersedia di ponsel bersistem operasi Android.

MagSafe Apple Akan Tersedia di Android

Lufthi Anggraeni • 27 November 2023 13:17
Jakarta: Qi2 merupakan standar pengisian daya baterai nirkabel baru yang diumumkan oleh Wireless Power Consortium (WPC) pada bulan Januari 2023. Kendati diumumkan di awal tahun, standar ini baru akan diluncurkan satu tahun setelahnya.
 
Secara teknis, charger dengan dukungan standar Qi2 ini akan tersedia pada bulan Desember mendatang. Mengutip Phone Arena, hal menarik dari charger nirkabel Qi2 generasi selanjutnya untuk Android adalah bahwa Apple memainkan peran besar dalam mewujudkan Qi2.
 
Tim Cook dan perusahaannya melakukan hal yang dinilai aneh, sebab mereka memutuskan untuk berbagi teknologi MagSafe orisinal Apple dengan WPC, dan juga Android, secara terbuka dan tanpa biaya.

Berkat keahlian dan teknologi di balik MagSafe Apple, charger nirkabel Qi2 generasi selanjutnya untuk Android akan menghadirkan peningkatan dalam dua area atau cara utama. Salah satunya adalah terkait dengan efisiensi pengisian daya nirkabel.
 
Sebagai pengingat, pengisian daya nirkabel tidak hanya lebih lambat juga tidak efisien, sebab ponsel akan mengalami peningkatan suhu dan kerap tidak sejajar dengan charger. Hal ini merupakan penyebab pengguna kerap menemukan daya baterai ponsel habis saat bangun tidur meski diisi via charger nirkabel sebelum tidur.
 
Sejauh ini pembuangan panas masih menjadi kekhawatiran, sedangkan Qi2 berbasis MagSafe belum tentu membuat ponsel lebih dingin saat mengisi daya jika dibandingkan dengan versi Qi saat ini.
 
Namun, sifat magnetis MagSafe memungkinkan pengguna untuk dapat memilih pengisi daya magnetis dengan kipas pendingin internal. Dengan charger Qi generasi saat ini, pengguna hanya dapat melakukan pengisian daya status dengan charger statis yang diletakan di meja.
 
Secara teori, suhu lebih sejuk saat mengisi daya baterai diyakini dapat menjaga kondisi baterai ponsel lebih lama. Namun dalam faktor kenyamanan, telah banyak tersedia aksesori Qi2 yang kompatibel dengan ponsel Android yang kompatibel dengan MagSafe, sehingga pengguna memiliki banyak pilihan.
 
Kendati demikian, menambahkan magnet ke bagian belakang ponsel sepenuhnya tergantung pada keputusan Samsung, Google, dan produsen smartphone Android lain. Android yang dipersiapkan untuk mendapatkan teknologi MagSafe Apple, sedangkan iPhone kini didukung port USB-C.
 
Setelah ponsel Android mulai didistribusikan dengan kemampuan pengisian daya MagSafe, akan lebih nyaman untuk mengisi iPhone atau ponsel Android dari sebelumnya, dan diperkirakan dapat berbagi aksesori kabel dan nirkabel.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA