Ilustrasi: Kaspersky
Ilustrasi: Kaspersky

Perusahaan Indonesia Sasaran Utama Jutaan Serangan Exploit dan RDP

Mohamad Mamduh • 12 Mei 2026 16:27
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data yang dirilis, tercatat sebanyak 932.051 kasus serangan exploit yang menyasar perusahaan-perusahaan di tanah air.
  • Di Indonesia sendiri, jumlah upaya serangan terkait RDP mencapai angka fantastis, yakni 10.500.709 insiden.
  • Langkah pencegahan lain yang krusial adalah penggunaan solusi keamanan berbasis AI, seperti Endpoint Detection and Response (EDR).
Jakarta: Ancaman siber terhadap sektor bisnis di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi puncak sebagai negara dengan jumlah deteksi serangan exploit B2B (Business-to-Business) tertinggi di Asia Tenggara sepanjang tahun 2025.
 
Berdasarkan data yang dirilis, tercatat sebanyak 932.051 kasus serangan exploit yang menyasar perusahaan-perusahaan di tanah air. Angka ini jauh melampaui negara tetangga lainnya seperti Vietnam (587.217 kasus) dan Malaysia (416.962 kasus). Secara keseluruhan, wilayah Asia Tenggara menghadapi lebih dari 2 juta serangan exploit dalam setahun terakhir.
 
Exploit merupakan kode berbahaya yang dirancang untuk memanfaatkan bug atau kerentanan pada perangkat lunak dan sistem operasi yang belum diperbarui. Melalui metode ini, peretas dapat menyusup ke jaringan perusahaan secara ilegal, bergerak secara lateral, dan menyebarkan aktivitas berbahaya lainnya.

Selain exploit, serangan terhadap Remote Desktop Protocol (RDP) juga menjadi ancaman serius. RDP sebenarnya adalah alat administrasi yang sah untuk mengakses komputer dari jarak jauh, namun sering disalahgunakan oleh pelaku kejahatan melalui serangan brute-force atau pencurian kredensial.
 
Di Indonesia sendiri, jumlah upaya serangan terkait RDP mencapai angka fantastis, yakni 10.500.709 insiden. Jumlah ini menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Vietnam yang mencatat 11,4 juta serangan.
 
Simon Tung, General Manager untuk ASEAN di Kaspersky, menekankan bahwa kombinasi serangan exploit dan RDP menunjukkan betapa gigihnya peretas dalam menargetkan perusahaan di kawasan ini.
 
"Penyerang menilai setiap target dan memilih opsi dengan resistensi paling rendah, yang mencerminkan strategi serangan yang lebih terencana dan adaptif," ujar Simon.
 
Untuk menghadapi tren ini, perusahaan diimbau untuk tidak hanya mengandalkan keamanan dasar. Kaspersky menyarankan organisasi untuk selalu memperbarui perangkat lunak secara rutin guna menutup celah kerentanan. Selain itu, akses RDP tidak boleh dibuka untuk jaringan publik kecuali sangat diperlukan, dan harus dilindungi dengan kata sandi yang kuat.
 
Langkah pencegahan lain yang krusial adalah penggunaan solusi keamanan berbasis AI, seperti Endpoint Detection and Response (EDR), serta melakukan pencadangan data (backup) secara teratur yang terisolasi dari jaringan utama. Dengan deteksi ancaman secara real-time, perusahaan diharapkan dapat menetralisir serangan kompleks sebelum berdampak fatal pada operasional bisnis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA