Grup afiliasi Anonymous ini berhasil menyerang server Freedom Hosting II, layanan webhosting yang populer karena melayani situs-situs yang hanya bisa diakses via Tor. Sekitar 6 jam setelah pengumuman tersebut pertama kali muncul, semua situs di bawah Freedom Hosting II masih belum bisa diakses.
Dalam pesan itu, sang grup peretas juga menawarkan untuk memulihkan server Freedom Hosting II dengan bayaran senilai 0.1 bitcoin atau sekitar Rp1,3 juta, meski tidak diketahui apakah tawaran ini benar atau tidak, lapor The Verge.
Para hacker mengklaim, lebih dari setengah data yang tersimpan di server Freedom Hosting II berupa pornografi anak. Memang, tidak mungkin memeriksa kebenaran pernyataan itu tanpa melihat datanya, tapi ia sesuai dengan informasi yang beredar tentang perusahaan-perusahaan yang menjadi host dari situs-situs dark web.
Freedom Hosting pertama berhasil dilumpuhkan oleh penegak hukum pada 2013, yang berujung pada beberapa tuntutan pornografi anak. Ketika itu, layanan itu melayani setengah total situs-situs yang hanya bisa diakses via Tor, yang juga dikenal sebagai Dark Web.
Menurut peneliti dark web, Sarah Jamie Lewis, Freedom Hosting II lebih kecil dari layanan sebelumnya. Berdasarkan laporan yang beredar sebelum ini, ia disebutkan melayani sekitar 20 persen dari total situs-situs Dark Web, termasuk forum-forum peretasan.
"Ini memiliki dampak besar, mengingat banyak korban serangan yang berupa blog pribadi atau forum politik," ujar Lewsi.
"Dalam waktu dekat, banyak keragaman menghilang dari Dark Web."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News