Google Duo Bisa Berbagi Panggilan Video Tanpa Aplikasi

Lufthi Anggraeni 14 Januari 2018 11:40 WIB
google
Google Duo Bisa Berbagi Panggilan Video Tanpa Aplikasi
Non-pengguna Duo kini dapat menerima panggilan video yang dilakukan dari aplikasi tersebut.
Jakarta: Google menggulirkan update berisi kemampuan yang memungkinkan aplikasi Duo mengirimkan chat video kepada pengguna Android yang belum mengunduh aplikasi di perangkat mereka.

Serupa panggilan video Duo Reguler, penerima chat video dapat menerima video langsung dari penelepon, bahkan sebelum memutuskan untuk menerima panggilan tersebut. Mengusap ikon telepon ke atas akan memulai bercakapan.

Fitur Duo lain yang tersedia adalah kemampuan untuk berganti dari kamera depan ke kamera belakang. Selain itu, pengguna juga dapat memutuskan untuk menghilangkan audio panggilan video dengan membuat mikrofon menjadi senyap.


Mengakhiri panggilan video juga dapat dilakukan dengan cara yang sama serupa cara pada panggilan video di aplikasi Duo. Perbedaan terdapat pada hal yang daoat dilihat penerima setelah percakapan berakhir.

Penerima panggilan telepon yang berakhir akan diminta untuk menginstal Duo pada ponsel, memungkinkannya untuk memulai panggilan video Duo dan tidak hanya menerima panggilan. Penerima panggilan juga akan ditanyai terkait keinginan untuk memblokir penelepon di masa mendatang.

Sebelumnya, Google mengumumkan akan mulai melakukan pengawasan lebih ketat terhadap saluran YouTube yang menjadi bagian dari periklanan premium Google Preferred. Hal ini sebagai tindak lanjut dari sikap salah satu bintang YouTube yaitu Paul Logan yang menjadi kontroversi.

Google membeli startup asal Inggris bernama Redux, pemilik teknologi yang memungkinkan layar smartphone berfungsi serupa speaker. Pengembangan ponsel tanpa speaker mampu menyediakan ruang lebih banyak.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.