Ilustrasi. (EURONEWS)
Ilustrasi. (EURONEWS)

Serangan Siber Ganggu Kulkas Supermarket di Eropa, Dampaknya Gak Main-Main!

Cahyandaru Kuncorojati • 05 November 2026 12:55
Ringkasnya gini..
  • Gangguan sistem pendingin dilaporkan di sembilan negara Eropa setelah insiden siber pada 2 November.
  • Riset Forescout menemukan 12.976 layanan manajemen pendingin terbuka online di 99 negara dan wilayah.
  • Pengelola disarankan membatasi akses jarak jauh, memakai akun individual dan MFA, serta mengganti perangkat tanpa dukungan keamanan.
Jakarta: Gangguan pada sistem pendingin supermarket di sedikitnya sembilan negara Eropa menunjukkan bahwa perangkat operasional yang terhubung ke internet dapat berdampak langsung pada rantai pasok pangan.

Sejumlah toko melaporkan suhu lemari pendingin dan freezer berubah setelah insiden siber pada 2 November. Sebagian gerai terpaksa membuang produk yang rusak karena suhu meningkat.

Negara yang melaporkan gangguan mencakup Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Dikutip dari laporan situs Euronews, Komisi Uni Eropa menyebut insiden ini sebagai upaya yang diduga disengaja untuk mengganggu rantai pasok pangan dan kepercayaan konsumen.
 

Pengelolaan Jarak Jauh Jadi Titik Kritis

Sistem pendingin supermarket modern biasanya dikendalikan unit manajemen terpusat. Sistem ini mengatur suhu, siklus pencairan bunga es, dan alarm di berbagai lemari pendingin.

Koneksi internet memungkinkan teknisi memeriksa gangguan dan mengubah pengaturan dari jarak jauh tanpa harus mendatangi setiap toko.

Kemudahan itu membawa konsekuensi keamanan. Riset perusahaan keamanan siber Forescout menemukan 12.976 layanan manajemen pendingin dapat dijangkau secara terbuka melalui 6.017 alamat internet di 99 negara dan wilayah.
 
Temuan tersebut berasal dari pemindaian perangkat yang terhubung ke internet, bukan bukti bahwa seluruh sistem itu telah diretas.

Sebagian besar layanan yang ditemukan menggunakan produk Copeland dan Dixell XWEB serta Danfoss StoreView. Dari layanan Danfoss yang teridentifikasi, 80 persen memakai firmware lama yang belum mencakup perbaikan untuk celah keamanan yang diketahui. Salah satu pengendali Danfoss dalam kasus ini bahkan sudah berhenti mendapat dukungan sejak Mei 2021.

Masalahnya tidak selalu terletak pada satu pihak. Kontraktor bisa mengelola perangkat lunak, supermarket memiliki perangkat, sedangkan tim teknologi informasi mengatur jaringan.

Jika tanggung jawab akses dan pembaruan tidak jelas, setiap pihak bisa memiliki pandangan berbeda tentang siapa yang menjaga sistem.

Risiko ini juga tidak terbatas pada toko bahan makanan. Sistem serupa digunakan di fasilitas pengolahan makanan, gudang buah, perkebunan, kilang anggur, hingga peralatan pendingin rumah sakit.
 

Perubahan Suhu Bisa Mengganggu Rantai Dingin

Laporan di sejumlah negara menunjukkan dampak teknisnya dapat berbeda. Di Belgia, puluhan gerai dari beberapa jaringan melaporkan masalah pendingin, sementara Carrefour menyebut gangguan di sekitar 15 dari 700 tokonya.

Di Italia, pengelola supermarket Coop mengatakan sistem kendali jarak jauh untuk bagian makanan beku diserang sekitar pukul 04.00. Di Estonia, media lokal melaporkan unit pendingin di sebuah supermarket disetel hingga 50 derajat Celsius.

Sistem yang telah diambil alih dapat disalahgunakan dengan fungsi normalnya, seperti mengubah suhu, memicu siklus defrost, atau mematikan alarm. Karena perintahnya menyerupai pengaturan biasa, perubahan berbahaya bisa luput dari perhatian sampai suhu produk naik.

Paolo Falcioni, Direktur Jenderal asosiasi peralatan rumah tangga Eropa APPLiA, menekankan pentingnya kemampuan staf mengambil alih pemeriksaan saat koneksi jarak jauh terganggu. “Jika akses jarak jauh terganggu, apakah staf masih dapat memeriksa suhu dan bertindak untuk melindungi rantai dingin?” ujarnya.
 
Forescout menyarankan sistem pengelolaan pendingin tidak dibiarkan terbuka di internet. Akses teknisi sebaiknya melalui koneksi jarak jauh yang aman, memakai akun individual dan autentikasi multifaktor.

Perangkat yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan juga perlu diganti. Insiden ini memperlihatkan bahwa keamanan sistem pendingin bukan hanya urusan jaringan, tetapi juga bagian dari perlindungan pangan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA