Ilustrasi lemari pendingin di supermarket. Sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis dilaporkan menjadi sasaran serangan siber pada Oktober 2026. Foto: Gemini AI
Ilustrasi lemari pendingin di supermarket. Sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis dilaporkan menjadi sasaran serangan siber pada Oktober 2026. Foto: Gemini AI

Aksi Hacker Bajak Kulkas Supermarket di Prancis, Suhu Naik hingga 50 Derajat Celsius

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Oktober 2026 16:27
Ringkasnya gini..
  • Hacker diduga membajak sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis hingga suhu kulkas dan freezer meningkat.
  • Suhu sejumlah perangkat dilaporkan mencapai 50 derajat Celsius setelah sistem defrost diduga dipaksa berjalan terus-menerus.
  • Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan penyebab serangan terhadap sistem pendingin supermarket tersebut.
Jakarta: Aksi peretasan terjadi di luar dugaan setelah sistem pendingin di ratusan supermarket Prancis menjadi sasaran serangan siber. Peretas diduga mengambil alih kendali kulkas dan freezer secara jarak jauh hingga suhu perangkat meningkat dan menyebabkan berbagai produk makanan rusak.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada malam 11 hingga 12 Oktober 2026. Sejumlah jaringan supermarket terdampak, termasuk Intermarché, Netto, Coopérative U, Carrefour, dan Monoprix.

Serangan tersebut menyasar sistem pengendali pendingin yang terhubung ke internet. Akibatnya, perangkat yang seharusnya menjaga makanan tetap dingin justru mengalami peningkatan suhu.

Bagaimana Hacker Membajak Kulkas Supermarket?

Serangan ini tidak dilakukan dengan membobol kulkas secara fisik, melainkan dengan mengeksploitasi sistem digital yang mengatur operasional perangkat pendingin.

Para penyerang diduga mengakses pengendali pendingin yang terhubung ke internet, kemudian memanipulasi pengaturan perangkat dari jarak jauh.

Salah satu cara yang dilaporkan adalah memicu siklus pencairan es atau defrost secara terus-menerus. Proses defrost sebenarnya merupakan fungsi normal pada sistem pendingin untuk mencairkan bunga es yang menumpuk. Namun, ketika proses tersebut berjalan tanpa kendali sebagaimana mestinya, suhu di dalam unit pendingin dapat meningkat.

Dalam insiden ini, suhu sejumlah perangkat dilaporkan mencapai 50 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat berbagai produk yang seharusnya disimpan dalam keadaan dingin berisiko rusak dan tidak lagi layak dijual.

Dampaknya tidak hanya berupa kerugian akibat makanan yang terbuang. Sejumlah laporan juga menyebut adanya perangkat yang mengalami kerusakan hingga memicu kebakaran di beberapa lokasi.
 

Ratusan Supermarket Terdampak Serangan Siber

Serangan tersebut memengaruhi sejumlah jaringan supermarket di Prancis. Intermarché dan Netto termasuk jaringan yang melaporkan gangguan pada sistem pendinginnya. Carrefour dan Monoprix juga melaporkan adanya unit pendingin yang terdampak.

Jumlah toko yang terkena dampak berbeda-beda menurut laporan masing-masing media dan peritel. Namun, insiden ini secara luas dilaporkan memengaruhi ratusan supermarket.

Kerusakan pada sistem pendingin membuat sejumlah toko harus menangani produk makanan yang tidak lagi dapat dipastikan keamanannya. Produk yang terpapar suhu tidak sesuai berpotensi harus dibuang untuk mencegah risiko terhadap konsumen.

Pihak berwenang Prancis kemudian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mengetahui bagaimana serangan tersebut bisa terjadi. Hingga laporan ini disusun, belum ada pihak yang secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Mengapa Sistem Kulkas Bisa Diretas?

Kasus ini memperlihatkan risiko ketika perangkat yang sebelumnya bekerja secara mekanis kini terhubung dengan jaringan internet dan dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Sistem pendingin komersial umumnya menggunakan pengendali digital untuk memantau suhu dan mengatur operasional perangkat. Koneksi jarak jauh memudahkan teknisi melakukan pemantauan dan pemeliharaan, tetapi juga dapat membuka celah keamanan jika pengaturannya tidak dilindungi dengan baik.

Laporan BleepingComputer menyebut sistem pengendali pendingin yang terdampak diduga mencakup perangkat Danfoss dengan perangkat lunak atau firmware yang sudah usang. Pengendali yang dapat diakses melalui internet tanpa perlindungan memadai berpotensi menjadi sasaran pihak tidak bertanggung jawab.

Untuk mengurangi risiko serupa, perangkat yang terhubung ke internet perlu mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala. Akses jarak jauh juga sebaiknya dibatasi hanya untuk pihak yang berwenang dan tidak dibiarkan terbuka ke jaringan publik tanpa perlindungan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan siber bukan hanya persoalan komputer, ponsel, atau pencurian data. Ketika perangkat fisik terhubung ke internet, serangan digital juga dapat mengganggu operasional bisnis, merusak barang, dan menimbulkan kerugian nyata.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA