Insiden di Mesir terjadi pada 29 Oktober. Rekaman yang beredar memperlihatkan konten tak senonoh muncul di billboard besar di tepi jalan raya yang ramai. Sejumlah pengendara berhenti untuk merekam kejadian itu.
Menurut otoritas Mesir, situs operator billboard mengalami kompromi sehingga konten tanpa izin tampil di beberapa negara secara bersamaan, dikutip dari laporan perusahaan keamanan siber, Malwarebytes.
Leakers$ mengklaim dapat menemukan ribuan sistem yang terekspos hanya dalam sekitar dua jam pemindaian otomatis. Kelompok itu menyebut kelemahan pada perangkat lunak pengiriman konten dan antarmuka web sistem sebagai jalur masuk.
Klaim tersebut dikutip Malwarebytes dari wawancara dengan perwakilan kelompok itu. Angka dan uraian teknis tersebut merupakan klaim pelaku, bukan hasil audit independen yang dijelaskan dalam laporan.
Bagian yang Diretas Sistem Pengelola, Bukan Layarnya
Billboard digital pada dasarnya adalah layar yang menerima materi iklan dari sistem pengelolaan jarak jauh.Operator dapat mengirim atau mengganti konten tanpa mendatangi lokasi. Kemudahan ini juga berarti titik yang perlu diamankan bukan hanya layar, tetapi komputer, perangkat lunak, jaringan, dan akun yang memiliki akses untuk mengatur tayangan.
Jika sistem pengelola berhasil diambil alih, pelaku dapat mengubah materi yang dikirim ke layar. Jangkauan serangan pun bisa meluas ketika perangkat lunak serupa digunakan di banyak lokasi.
Temuan itu membantu menjelaskan bagaimana gangguan yang terlihat di beberapa negara bisa terjadi tanpa pelaku harus mendatangi setiap billboard. Namun, laporan Malwarebytes tidak mengonfirmasi secara independen seluruh klaim Leakers$ mengenai jumlah sistem yang ditemukan maupun kerentanan yang digunakan.
Pihak berwenang Mesir menyebut kompromi pada situs operator sebagai penyebab tayangan tanpa izin. Rangkaian itu menunjukkan pentingnya membedakan informasi dari otoritas dan klaim kelompok peretas.
Risikonya juga lebih luas daripada konten yang tidak pantas. Layar yang menayangkan pesan keliru atau mengganggu perhatian di dekat jalan raya dapat membahayakan pengguna jalan. Perangkat yang dikelola dari jarak jauh, termasuk sistem rumah pintar, menghadapi prinsip risiko serupa ketika antarmuka pengelolaannya bisa diakses pihak yang tidak berwenang.
Akses Pengelolaan Perlu Dibatasi
Panduan keamanan dari Out of Home Advertising Association of America yang dikutip Malwarebytes menyarankan operator mengganti kata sandi bawaan, menghindari penggunaan kata sandi yang sama di banyak layar, membatasi akses ke layanan pengelolaan, mengaktifkan autentikasi multifaktor, dan melindungi koneksi jarak jauh dengan VPN.Langkah lain mencakup memperbarui perangkat lunak billboard, pengendali, dan perangkat jaringan, serta memeriksa akses pemasok. Operator juga perlu memantau sistem dan menyiapkan prosedur untuk menghentikan akses tanpa izin dengan cepat.
Insiden ini memperlihatkan bagaimana sistem iklan yang tampak seperti layar besar di ruang publik sesungguhnya bergantung pada infrastruktur digital di belakangnya. Mengamankan akses ke sistem tersebut menjadi bagian penting dari menjaga konten tetap berada di tangan operator.