Ilustrasi: NVIDIA
Ilustrasi: NVIDIA

GTC 2026

Dorong Revolusi Industri dengan AI di Bidang Desain, Rekayasa, dan Manufaktur

Mohamad Mamduh • 27 Maret 2026 07:14
Ringkasnya gini..
  • Di sektor otomotif, perusahaan seperti Honda, JLR, Mercedes-Benz, dan Rivian mulai mengganti simulasi berbasis CPU yang lambat dengan GPU NVIDIA.
  • Solar Turbines dan Argonne National Laboratory menggunakan GPU NVIDIA untuk simulasi pembakaran berskala besar.
  • CEO NVIDIA Jensen Huang menyebut langkah ini sebagai awal revolusi industri baru yang digerakkan oleh AI fisik dan agen otonom.
Jakarta: NVIDIA mengumumkan kolaborasi dengan sejumlah raksasa perangkat lunak industri global, termasuk Cadence, Dassault Systèmes, Siemens, Synopsys, dan PTC. Tujuannya membawa kecerdasan buatan (AI) ke dalam setiap tahap proses desain, rekayasa, hingga manufaktur.
 
Dengan dukungan GPU dan pustaka CUDA‑X, perusahaan-perusahaan ini akan memanfaatkan agen AI berbasis NVIDIA NeMo dan model Nemotron untuk mempercepat serta menyederhanakan alur kerja yang sebelumnya sangat kompleks.
 
Di sektor otomotif, perusahaan seperti Honda, JLR, Mercedes-Benz, dan Rivian mulai mengganti simulasi berbasis CPU yang lambat dengan GPU NVIDIA. Hasilnya, waktu simulasi aerodinamika dan elektromagnetik dapat dipangkas drastis, sehingga desain kendaraan baru bisa diuji lebih cepat dan efisien.

Hal serupa terjadi di industri kedirgantaraan, di mana perusahaan seperti Ascendance mampu melakukan simulasi sistem propulsi hybrid dan pesawat lepas landas vertikal hanya dalam satu hari—sesuatu yang sebelumnya mustahil dengan CPU.
 
Industri energi juga ikut terdorong oleh percepatan ini. Solar Turbines dan Argonne National Laboratory menggunakan GPU NVIDIA untuk simulasi pembakaran berskala besar. Proses yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam, membuka peluang inovasi energi bersih lebih cepat.
 
Sementara itu, dunia semikonduktor menghadapi tantangan era triliun transistor. Perusahaan besar seperti Samsung, SK hynix, MediaTek, TSMC, dan Micron mengadopsi alur kerja berbasis GPU untuk desain EDA, litografi, dan memori. Kecepatan meningkat hingga enam kali lipat dibanding metode lama, memungkinkan pengembangan chip generasi berikutnya lebih efisien.
 
Di bidang manufaktur dan logistik, platform NVIDIA Omniverse menghadirkan konsep digital twin untuk pabrik, gudang, dan robotika. Foxconn, PepsiCo, KION, hingga FANUC memanfaatkan teknologi ini untuk mengoptimalkan jalur produksi serta melatih sistem otonom seperti forklift dan robot industri.
 
Ekosistem pendukung juga semakin luas. Penyedia cloud seperti AWS, Google Cloud, Azure, dan OCI, bersama OEM seperti Dell, HPE, dan Supermicro, menawarkan sistem berbasis NVIDIA untuk kebutuhan hybrid maupun on-premises. CEO NVIDIA Jensen Huang menyebut langkah ini sebagai awal revolusi industri baru yang digerakkan oleh AI fisik dan agen otonom.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA